Categories: MERAUKE

Bentuk Tim Audit Untuk Sikapi Kelangkaan BBM

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH didampingi Dandim 1707/Merauke Letkol Inf. Eka Ganta Chandra, SIP dan Asisten I Sekda Kabupaten Merauke Drs Agustinus  Joko Guritno, M.Si saat memimpin rapat dengan pertamina dan pengelola SPBU  terkait kelangkaan BBM di Merauke, Rabu (30/10)  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Menyikapi kelangkaan BBM  yang  terjadi di Merauke dalam beberapa hari terakhir  yang berujung pada  terjadinya antrean panjang, membuat  Pemerintah  Daerah bersama Polres  Merauke dan Kodim 1707/Merauke menggelar  rapat   dengan para pengelola  SPBU, APMS dan pihak Pertamina Merauke  yang dipimpin langsung  Kapolres Merauke AKBP  Bahara Marpaung, SH  di ruang data Polres Merauke, Rabu (30/10). 

   Kapolres didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Sekda Kabupaten Merauke Drs Agustinus  Joko Guritno, M.Si mewakili bupati  dan  Dandim 1707/Merauke Letkol Inf.  Eka Ganta Chandra, SIP.  

  Pada kesempatan tersebut,  Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung mempertanyakan terjadinya  antrean truk-truk  untuk pengisian BBM jenis solar,  dan kelangkaan BBM premium. Sehingga selaku aparat penegak hukum dan   Pemerintah Kabupaten Merauke mengundang para pengelola  BBM untuk   menyikapi keresahan yang dialami masyarakat saat ini  guna mencari solusinya.  

  Menurut Kapolres,  untuk menindaklanjuti  kelangkaan BBM yang terjadi ini pihaknya akan bentuk tim untuk  melakukan audit adanya kelangkaan BBM jenis solar dan premium tersebut.  Jika nantinya ada permainan sehingga terjadi kelangkaan, akan  diproses secara hukum.      

   Sementara perwakilan dari PT. Pertamina, Risal  menjelaskan bahwa saat ini dilakukan pembatasan pendistribusian ke SPBU- SPBU dikarenakan  pemakaian BBM subsidi tersebut   hampir over kapasitas. Menurutnya, untuk Kabupaten Merauke, kuota  untuk BBM subsidi jenis Solar sebanyak  22.304 Kl.  Sedangkan hingga akhir bulan September 2019 sudah terealisasi sebanyak 19.735 Kl. Sementara kuota BBM jenis premium sebanyak  26.948 Kl dan sudah teralisasi sebanyak 21.936 Kl.  

   Pada akhir rapat tersebut disepakati  bahwa pada 5 Nopember 2019 akan dilaksanakan rapat koordinasi lagi dengan membawa data-data yang akurat.  Meski   pihak pertamina melakukan pembatasan untuk premium sehingga masyarakat sulit mendapatkan  di SPBU, namun  faktanya bahwa penjualan  BBM  premium  di pinggir-pinggir jalan   tetap  berjalan.  Belum diketahui dimana para penjual  BBM eceran ini   mendapatkan  BBM Premium dengan harga jual  yang mereka  patok antara Rp 9.000-10.000 per liter. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

1 day ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

1 day ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

1 day ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

1 day ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

1 day ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

1 day ago