Categories: MERAUKE

Thiasoni: Guru Merupakan Panggilan dari Hati

Para Guru Kontrak SMP ketika mengikuti   penguatan di gedung serga guna  Golkar Kanbupaten Merauke, Selasa (30/7)  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke  Thiasoni Betaubun, S.Sos, MM, M.Pd  mengungkapkan, bahwa    tenaga pendidik atau  guru merupakan panggilan  dari   hati.   Sebab, kalau  bukan karena panggilan  hati, maka  guru tidak akan  bertahan  tinggal di tempat tugas  yang  terpencil,  jauh dan terisolir  dengan berbagai kekurangan  yang ada. 

    Namun karena  merupakan panggilan hati, maka apapun kekurangan  yang dialami dan dihadapi di tempat tugas maka dia akan  tetap setiap  untuk mendidik  anak-anak bangsa tersebut.     

‘’Kegiatan ini memiliki  makna yang sangat  mendalam. Bagaimana bapak ibu guru sebagai kunci keberhasilan suatu wilayah sekaligus keberhasilan anak bangsa di bumi animha dan menjadi tinggak stafet anak-anak  bangsa masa yang akan datang,’’ kata Thiasoni  Betaubun ketika membuka penguatan bagi guru kontrak   SMP   di gedung serbaguna   Golkar  Merauke, Selasa  (30/7).  

   Thiasoni Betaubun menjelaskan  jumlah  guru kontrak   yang direkrut Pemerintah  Kabupaten Merauke    melalui  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditempatkan  di wilayah 3T di Kabupaten Merauke sebanyak 300 orang Dari jumlah  tersebut, 50 adalah  guru  SMP sedangkan   250 lainnya  adalah guru  SD.   Thiasoni menjelaskan, bahwa    untuk mengontrak  guru ini  dibutuhkan anggaran  yang tidak sedikit  yakni  sebesar Rp 12,3 miliar lebih yang bersumber  dari  Dana Otsus   Papua. 

  Dimana , dari   Januari  sampai  Juli 2019 ini, pihaknya baru membayarkan   5 bulan kepada    guru kontrak  tersebut. Namun tandas  Thiasoni, untuk membayar   honor   kepada guru kontrak tersebut diperlukan  absensi    yang  benar-benar   sesuai fakta lapangan.  Selain     absen  menjadi dasar pembayaran, lanjut  Thiasoni Betaubun  juga Rencana Program Pembelajaran (RPP)  dari guru tersebut. 

 ‘’Kalau ini  dua sudah ada maka   barulah honor bisa kita bayarkan. Karena itu  menjadi dasar   pembayaran,’’ tandasnya. 

  Thiasoni juga mengingatkan  tugas   pokok  dari para guru  baik SD dan SMP  di daerah 3T   tersebut  yakni bagaimana anak-anak tersebut bisa membaca, menulis dan menghitung. ‘’Itu dulu. Bagaimana kita mau mengenalkan  kurikulum K13 kepada    anak didik, kalau   dia sendiri  belum  bisa baca , tulis dan menghitung. Kalau   sudah bisa membaca, menulis dan menghitung barulah  bisa mengerti dan memahami  apa itu K13,’’ tandasnya. (ulo/tri)    

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

H-2 FBLB ke 34, Wisatawan Mancanegara Mulai Berdatangan ke Wamena

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…

3 hours ago

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

7 hours ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

9 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

10 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

15 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

16 hours ago