‘’Saya sampaikan kepada kepala PLBN Sota bahwa prinsip utama pos lintas batas itu untuk memberikan pelayanan pelintasan, menjadikan masyarakat melintas secara legal, baik dari Indonesia ke PNG maupun dari PNG ke Indonesia ,’’ tandas Zudan.
Menurutnya, prinsip tersebut harus dipegang sehingga pelayanannya bisa terjadfi dekresi. Misalnya, pada pukul 16.00 WIT, pelayanan sudah tutup tapi karena tiba-tiuba ada orang sakit yang dibawa baik yang masuk ke Indonesia maupun yang pulang ke PNG atau ada orang meninggal maka pelayanan harus tetap diberikan dengan memberikan dekresi kepada Kepala PLBN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelintas batas.
‘’Ini saya berikan apresiasi dan dapat terus ditingkatkan upaya-upaya pelayanan ini. Jadi hari ini, saya datang silaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada teman-teman yang bertugas di sini. Mengapa ini harus dilakukan, karena harapan masyarakat semakin lama semakin meningkat terhadap pelayanan kita. Kemudahan pelayanan, keramahan dalam pelayanan dan kepastian dalam pelayanan,’’ tandasnya. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…