Categories: MERAUKE

Secara Adat Sepakat Hentikan Penggalian Pasir

MERAUKE – Masyarakat Kampung Onggaya, Distrik Naukenjerai  telah sepakat secara adat menghentikan penggalian pasir yang dilakukan selama ini, karena telah merusak lingkungan. 

Kepala Distrik Naukenjerai Refelino Dimara menjelaskan, penggalian pasir yang selama ini  terjadi di Kampung Kuler, Distrik Merauke, Porovinsi Papua Selatan telah dihentikan masyarakat lewat kesepakatan adat.

   ‘’Penggalian pasir di Distrik Naukenjerai saat ini sudah ditutup. Sesuai kesepakatan masyarakat adat. Yang sebelumnya penggalian pasir di Kampung Kuler berlanjut ke Kampung Onggaya. Masyarakat sudah menyadari bahwa itu pengusakan lingkungan sehingga mereka sepakat lewat dewan adat,’’jelasnya.

Menurutnya, penutupan penggalian pasir ini berlaku sejak November 2022. Namun penggalian  pasir ini hanya berlaku untuk  keperluan pembangunan yang ada  di wilayah Distrik Naukenjaray. ‘’Juga kalau ada permintaan keluarga yang ada dari Sota, kami bisa berikan tapi dengan kesepakatan,’’jelasnya.

    Soal sanksi apa yang diberikan jika masih ada penggalian pasir yang dilakukan untuk permintaan keluar dari Distrik Merauke,  Refelino Dimara menjelaskan bahwa  sejauh ini pihaknya masih arahkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan penggalian pasir dan  apabila ada yang ditemukan, maka pasirnya  langsung diturunkan dari mobil dan mobilnya disuruh pulang dalam keadaan kosong.

Ditambahkan, penggalian pasir  selama ini berdampak pada kerusakan lingkungan, di mana terjadi abrasi yang sangat cepat. ‘’Kalau abrasi secara alami  itu sedikit melambat, tapi dengan adanya penggalian pasir ini membuat abrasi  pantai sangat cepat dan itu yang terjadi selama ini,’’pungkasnya. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Jangan Hanya di Pusat Tapi Juga di Daerah

Ia juga dikaitkan dengan blackout disejumlah provinsi di Indonesia. Sontak publik ikut dibuat kaget karena…

5 hours ago

TNI-Polri-Jaksa Diminta Introspeksi

Menurut Prabowo, seluruh pejabat negara pada hakikatnya adalah pelayan rakyat. Karena itu, mereka tidak boleh…

6 hours ago

Minta Lebih dari Sekedar Kritik

Anggota DPR Papua jalur Pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus) Daerah Pengangkatan Kabupaten Biak Numfor, Musa Sombuk,…

9 hours ago

Proyek Ilegal, Masyarakat Adat Beberkan Bukti Citra Satelit

Dalam persidangan perkara Nomor 9/G/LH/2026/PTUN Jayapura ini, tim kuasa hukum masyarakat adat menghadirkan tiga orang…

10 hours ago

Merawat Peradaban Suku yang Perlahan Hilang Ditelan Jaman

Dialah Mama Emma Awinero-Tjoe. Di atas bangku panjang kayu yang menjadi saksi bisu jejak pengabdiannya,…

11 hours ago

Prabowo Akui Banyak Maling di Program MBG

Ia memerintahkan seluruh Gubernur, Bupati, Camat, Hingga Kepala Desa untuk memeriksa seluruh dapur Satuan Pelayanan…

12 hours ago