

MERAUKE-Nasib naas dialami oleh Samuel Jobok. Mahasiswa 20 tahun ini, tewas beberapa saat kemudian setelah motor yang dikendarainya menabrak truk milik Yonif 755/Yalet Kostrad yang dikemudikan KR (22) di Jalan Raya Mandala Spadem, Minggu (26/5) sekitar pukul 16.00 WIT. Komandan Subden POM XVII/A Merauke Kapten CPM Siswanto, ketika ditemui media ini membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Dan Subden POM Merauke, berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi lapangan yang diperiksa pihaknya, kasus tersebut berawal saat mobil truk dari arah Utara ke Selatan kemudian berputar arah di depan rumah dinas Danlanud Merauke di Jalan Raya Mandala, Spadem.
Saat akan berputar masuk ke gang Dirgantara dengan menyalakan lampu sein kiri, sehingga kendaraan yang ada di belakangnya berhenti. Namun korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan kecepatan yang sangat tinggi melaju dari arah Selatan, tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak bemper depan truk sehingga korban terlempar.
“Dari keterangan saksi yang kami himpun, kemudian olah TKP yang dilaksanakan di lapangan, kami mengambil kesimpulan bahwa kejadian lalu lintas tersebut akibat kelalaian korban. Apalagi korban tidak memiliki SIM C,’’ kata Dan Subden POM XVII/A Merauke Kapten CPM Siswanto.
Korban sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong dan sekitar pukul 18.00 WIT, korban meninggal dunia. Menurut Siswanto, setelah pihaknya mendapatkan informasi, pihaknya turun langsung ke TKP dan melakukan Olah TKP serta melakukan pemeriksaan.
Selain itu melakukan koordinasi dengan pihak Satlantas Polres Merauke karena duluan berada di TKP dan mengamankan motor korban, serta pihaknya melakukan koordinasi dengan Satuan Yonif 755/Yalet Kostrad.
Komandan Subden POM XVII/A Merauke Kapten CPM Siswanto menjelaskan bahwa antara pihak keluarga korban dan Yonif 755/Yalet Kostrad sepakat untuk masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, karena kelalaian terjadinya kecelakaan tersebut oleh korban sendiri. Meski diselesaikan secara kekeluargaan, jelas Siswanto, pihak Yonif 755/Yalet membantu pemberangkatan jenazah korban ke Mappi dengan pesawat dan bantuan lainnya yang diberikan kepada pihak keluarga korban. ‘’Tadi sekitar pukul 12.00 WIT, jenazah korban telah diberangkatkan menuju Kepi, Kabupaten Mappi,’’ tandasnya. (ulo/tri)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…