

Kelima ABK KMN Raditijaya yang berhasil diselamatkan warga PNG dan saat ini sedang menunggu proses deportasi dari PNG ke Indonesia. (foto:Ist/Cepos)
MERAUKE – Jika sebelumnya, seorang Nahkoda Kapal Nelayan asal Indonesia ditembak dan sementara menjalani perawatan di Daru Hospital karena masuk wilayah perairan secara illegal, maka kembali dilaporkan satu kapal lobster asal Merauke masuk wilayah perairan PNG.
Kapal bernama Raditijaya tersebut masuk wilayah perairan PNG sekitar bulan Juli 2026 dan mengalami musibah setelah mengalami kebocoran dan tenggelam di wilayah perairan Papua Nugini.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak lima anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan oleh masyarakat setempat. Sedangkan 2 ABK lainnya dinyatakan hilang tenggalam dan belum ditemukan.
‘’Dari laporan yang kami terima, 5 ABK dari kapal itu berhasil diselamatkan masyarakat. Sedangkan 2 lainnya dilaporkan hilang tenggelam dan sampia hari ini belum ditemukan,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rakianus Samkakai, S.STP, MAP saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (23/7).
Rekianus mengungkapkan, kelima ABK yang berhasil diselamatkan tersebut yakni Yakobus Tovi (38), Lamber Talutu (40), Fadli Basri (44), Arsad Kelutur (28), dan Hasan Basri Definubun (29).
Setelah berhasil diselamatkan, kelima ABK kemudian dibawa ke wilayah Daru, Papua Nugini, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak Imigrasi setempat.
Berdasarkan hasil rapat antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dengan pemerintah Papua Nugini, kelima ABK tersebut dinyatakan sebagai korban musibah dan akan dipulangkan ke Indonesia melalui proses deportasi.
Page: 1 2
Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, mewakili Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, mengatakan…
Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…
Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…
Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…
Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…
Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…