

Petugas saat mengevakuasi jenazah seorang nelayan bernama Benediktus Mbombo Samkakai yang dinyatakan hilang di Merauke, namun ditemukan di tepi Pantai Kampung Wambi, Distrik Okaba Merauke, Minggu (25/6), kemarin. (FOTO:Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke For Cepos)
Kondisinya Sudah Mulai Membusuk
MERAUKE– Seorang nelayan bernama Benediktus Mbombo Samkakai yang dinyatakan hilang sejak 19 Juni 2023 lalu di sekitar Pantai Payum, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, akhirnya berhasil ditemukan di tepi Pantai Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Minggu (25/6) sekitar pukul 10.55 WIT. Korban saat ditemukan terdampar di pantai tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa. Bahkan mulai membusuk.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke melalui Kepala Subseksi Operasi, Reza Afriyanto, S.Sos menjelaskan, informasi terkait adanya sesosok jenazah ditemukan di tepi pantai Kampung Wambi tersebut, diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Merauke di Okaba sekitar pukul 10.55 WIT.
‘’Mengingat bahwa saat ini juga tengah dilakukan proses pencarian korban seorang nelayan yang dilaporkan belum kembali sejak 19 Juni lalu, maka dilakukan upaya pengecekan guna memastikan apakah jenazah tersebut adalah korban yang sudah 6 hari ini dicari,’’katanya.
Setelah dilakukan pengecekan oleh personil Pos Pencarian dan Pertolongan Okaba, didampingi oleh perwakilan dari keluarga korban yang berdomisili di Kampung Wambi, maka dapat dipastikan bahwa korban meninggal yang terdampar di tepi pantai Wkamung Wambi tersebut adalah Benediktus Mbombo Samkakai, korban yang sejak 19 Juni 2023 dilaporkan hilang saat menjaring ikan di laut Merauke.
‘’Korban ditemukan di titik yang berjarak sekitar 108 kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah barat laut di Kampung Wambi,’’ jelasnya. Keluarga korban selama ini tinggal di Kampung Wambi, Distrik Okaba Merauke.
Reza Afriyanto menjelaskan bahwa setelah jenazah tersebut ditemukan dan dievakuasi, pihak keluarga langsung menguburkan di pemakaman Kampung Wambi, mengingat jenazah korban saat ditemukan sudah mengeluarkan bau yang menyengat.
“Tadi sekitar pukul 12.40 WIT, jenazah korban kami serahkan ke pihak keluarganya di sana dan rencananya langsung dikubur pihak keluarga,” tukas Reza. Ditambahkan, dengan ditemukannya jenazah tersebut, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. (ulo/tho)
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…