Categories: MERAUKE

Dinkes Sebarkan Edaran ke Apotik dan Toko Obat

MERAUKE- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Merauke telah menyebarkan sudar edaran ke setiap apotik dan toko obat yang ada di Merauke untuk tidak melayani pembelian obat sirup anak yang sudah dilarang oleh BPOM.

‘’Kita sudah sebarkan edaran ke seluruh apotik dan toko obat untuk tidak melayani pembalian obat situp anak yang sudah dilarang oleh BPOM untuk diedarkan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita, saat dihubungi media ini lewat telepon selulernya.

Mantan Direktur RSUD  Merauke itu menyebut,bahwa ada 5 obat sirup anak yang dilarang beredar di Indonesia terkait dengan ditemukannya sejumlah anak yang mengalami kerusakan ginjal setelah meminum obat sirup tersebut.   

  Soal pengawasan terhadap 5 obat sirup anak yang  sudah dilarang dipasarkan itu, Nevile R. Muskita mengungkapkan bahwa untuk rana pengawasannya ada di  Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

    ‘’Itu ada di BPOM. Nanti saya tanyakan ke mereka. Tentunya, kami juga terlibat untuk sama-sama turun lapangan ketika dari BPOM melakukan pengawasan di lapangan dengan mengecek langsung ke setiap apotik dan toko obat,’’ terangnya.

Ditanya leih lanjut soal 23 obat sirup anak yang sempat beredar, Nevile menjelaskan bahwa memang awalnya 23 obat sirup anak tersebut awalnya  diminta untuk tidak dijual sampai dilakukan pemeriksaan. Tapi, ternyata dari hasil uji klinis, 23 obat sirup  obat tersebut aman dikonsumsi, sehingga yang dilarang  hanya 5 orang sirup anak.

kelima  obat sirup anak yang  ditarik dari pasaran  adalah Teromorex Sirup yang diproduksi PT Konimex, Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu) produksi PT Yarindo Farmatama, Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu) diproduksi Universal Pharmaceutical Industries, Unibebi Demam Sirup (obat demamk) diproduksi Universal Pharmaceutical Industries dan Unibebi Demam Drops (obat demam) diproduksi Universal Pharmaceutical Industries. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

11 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

12 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

13 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

14 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

15 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

16 hours ago