

dr. Benedicta Herlina Rahanggiar (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE- Tingkat penderita malaria di Papua Selatan dilaporkan masih cukup tinggi. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi 4 kabupaten di cakupan wilayah Papua Selatan dalam mencapai eleminasi Malaria di tahun 2030 mendatang.
‘’Untuk kita di Provinsi Papua Selatan, Malaria masih cukup tinggi. Sebanyak 10 persen konstribusi Malaria di Tanah Papua disumbang dari Provinsi Papua Selatan,’’kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, menjawab pertanyaan media ini, di Merauke, Jumat (20/6/2025).
Benedicta mengungkapkan indicator malaria yang disebut API (Annual Parasit Indikator) di Papua Selatan masih diatas 5 per 1.000. artinya, jika ada 1.000 penduduk Papua Selatan, terdapat 5 orang yang menderita Malaria.
‘’Sementara diharapkan di tahun 2023, Malaria di Indonesia sudah tereleminasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua baik pemerintah, swasta dan masyarakat untuk bagaimana kita mencapai eliminasi Malaria tersebut di tahun 2030 mendatang. Artinya tersisa 5 tahun lagi,’’ katanya.
Dikatakan, percepatan penurunan revalensi Malaria ini sebenarnya sudah lama dilakukan sampai sekarang ini dan cenderung mengalami penurunan.
Page: 1 2
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…