Categories: MERAUKE

Guru di Merauke Kembali Akan Gelar Aksi Demo

MERAUKE – Setelah menggelar aksi demo damai ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke beberapa hari lalu yang menolak keputusan bupati Merauke terkait dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), maka para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Merauke itu akan kembali menggelar aksi demo damai dengan tuntutan yang sama hari ini, Senin (22/04/2024). Bahkan aksi yang dilakukan tersebut yang   tentu berakibat tutupnya sekolah di Merauke.   

   Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Merauke Luckianus Liptiay kepada wartawan di sela-sela launching Pekan Olahraga Pelajar Papua Selatan, membenarkan aksi demo yang akan digelar ke Kantor Bupati Merauke untuk dapat bertemu dengan bupati Merauke.

‘’Iya, Senin besok akan ada demo  dari kami para guru akan ke kantor bupati untuk bertemu dengan Bapak bupati,’’ kata Luckianus Liptiay. Aksi demo ini, lanjut  Kepala Sekolah SMAN Urum ini setelah audiens dengan bupati Merauke pada Jumat (19/04/2024) gagal terlaksana.

‘’Awalnya, pada Jumat kemarin itu, kami akan melakukan audiens dengan Pak Bupati Merauke selaku piminan daerah untuk minta penjelasan sesuai dengan Perbub yang sudah dikeluarkan. Tapi, sudah menunggu untuk bertemu dengan pak Bupati  tapi rupanya beliau belum berkenan bertemu dengan kami sehingga. Pada hal kami sudah menungu di hari Jumat kemarin itu dari pukul 08.00-14.00 WIT. Tapi tapi tidak bisa. Sehingga teman-teman  gurtu mendesak untuk melakukan kegiatan jelak diantara terjelek. Senin besok itu, semua sekolah tutup  karena semua bapak ibu guru sedang memperjuangkan hak-haknya yang selama ini dizolimi dengan Rp 500 ribu,’’ kata  Luckianus Liptiay.

Luckianus mejelaskan bahwa PGRI Kabupaten Merauke telah menyurat ke semua sekolah di Merauke baik negeri maupun sekolah yayasan untuk tidak buka pada Senin karena semua  guru akan menuju ke Kantor Bupati. Dan pihaknya juga telah meminta izin ke Polres Merauke.

‘’’Aksi itu akan berlangsung 1 hari kalau tuntutan disetujui pemerintah. Tapi, kalau tidak, maka akan berlanjut sampai tuntutan dipenuhi,’’ tambahnya.

Sebagaimana diketahui dari aksi demo pertama bahwa  pada guru tersebut menolak keputusan bupati Merauke terkait TPP tahun 2024. Dimana untuk guru ASN yang belum lulus sertifikasi hanya diberikan TPP sebesar Rp 500 ribu yang menurut  para guru tersebut sebagai sebuah pelecehan terhadap profesi guru. Padahal guru juga dalah ASN. Ini karena ASN struktural yang bekerja di perkantoran lulusan SMA-SMK diberikan TPP  diatas Rp 1 juta. (ulo)   

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kehilangan Tanah Akibat Abrasi Pantai Adalah Kehilangan yang Sangat Besar

Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…

1 minute ago

Dikelilingi Bangunan Sejarah Termasuk Supermarket Pertama di Indonesia

Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…

32 minutes ago

Terduga  Pelaku Penganiayaan di 2 Lokasi Diamankan Polisi

Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…

1 hour ago

Baru Dua Jam Kabur, Pelaku Penikaman Pedagang Diringkus

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…

2 hours ago

Perekutan Guru Honor KII Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan

Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…

3 hours ago

Akibat Pelanggaran Distribusi BBM Subsidi, Pertamina Sanksi SPBU SP 2

Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…

4 hours ago