

Ketua PSW YPPK Merauke, Pastor Aloysius Kelbulan, Pr,
MERAUKE – Ketua PSW YPPK Merauke, Pastor Aloysius Kelbulan, Pr, membenarkan adanya sejumlah SD di bawah YPPK Merauke tidak melaksanakan ujian akhir sekolah tahun 2022 dikarenakan sekolah tidak operasional.
‘’Informasi bahwa ada 7 sekolah. Tapi, di catatan saya sampai sekarang, ada 5 SD. Kami masih mencari kedua sekolah itu,’’ kata Pastor Aloysius Kelbulan ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Sabtu (20/8).
Pastor Aloysius Kelbulan yang diangkat sebagai Ketua PSW YPPK Merauke sejak April lalu itu mengatakan, pihaknya fokus membenahi sekolah-sekolah yang tidak dapat melaksanakan ujian akhir sekolah tersebut, dengan mengusulkan nama-nama kepala sekolah ke Bupati Merauke untuk dilantik sebagai kepala sekolah defenitif.
Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut tidak operasional dikarenakan kepala sekolah yang diangkat tidak melaksanakan tugas dengan baik. Dalam arti, tidak berada di tempat tugas. Sehingga, melalui kerja sama dengan pastor paroki masing-masing, mencari figur guru yang punya tanggung jawab untuk diusulkan ke bupati sebagai kepala sekolah defenitif.
‘’Kami terus fokus untuk membenahi sekolah-sekolah yang tahun ini tidak ujian dikarenakan tidak operasional. Siswa tidak terdaftar di Dapodik,’’ terangnya.
Saat ini, kelima sekolah tersebut mulai aktif meski diakuinya belum sepenuhnya berjalan optimal. Namun sekolah-sekolah tersebut diharapkan tidak terulang tahun depan tidak melaksanakan ujian. Selain proses belajar mengajar harus jalan, seluruh siswa yang ada di sekolah tersebut harus terdaftar dalam Dapodik. Jik tidak, maka siswa tidak bisa ikuti ujian tahun depan.
‘’Kesepakatan beberapa stakeholder dan juga dengan tim mutu yayasan, beberapa fasilitator dan intelektual di Merauke untuk sama-sama untuk mengembangkan dan kita kerja sama dengan dinas pendidikan setempat. Karena PSW YPPK Merauke ini selain di Merauke juga ada di Boven Digoel dan Mappi,’’ jelasnya.
Pastor Aloysius Kelbulan menjelaskan bahwa melalui rapat kerja PSW YPPK Merauke beberapa waktu lalu yang dihadiri perwakilan dari seluruh sekolah yang ada bahwah YPPK Merauke sepakat membuat rencana strategis yayasan 2022-2-225.
‘’Nah peningkatan kualitas sumber daya manusia teristimewa para guru dan peningkatan SDM siswa-siswi, pegawai dan semua stakeholder dan yayasan. Peningkatan SDM dengan apa, ya kita mulai dengan pelatihan-pelatihan. Sementara ada program organisasi penggerek dari Kementrian Pendidikan. Kami konsersium dengan beberapa yayasan dari Ambon dan Pontianak. Kami dalam satu tim lewat Kementrian Pendidikan. Mereka kasih kesempatan untuk kami organisir sekolah-sekolah kami sehingga kami pendalaman dan pelatihan pembelajaran kepada guru-guru untuk meningkatkan SDM,’’ jelasnya.(ulo/tho)
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…