Categories: MERAUKE

Edarkan Uang Palsu, Seorang Mahasiswa Diamankan Polisi

MERAUKE– Seorang mahasiswa di Merauke berinisial  DTW (23) terpaksa berurusan dengan pihak penengak hukum. Pasalnya, yang bersangkutan diduga menggandakan dan mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan cara mengcopy uang asli pecahan Rp 100.000 menggunakan print dan kertas biasa.   

   Kasi Humas Polres Merauke AKP Achmad Nurung, SH, didampingi  KBO Reskrim Ipda Sewang saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Merauke, Jumat  (19/01/2024) mengungkapkan, bahwa penangkapan tersangka tersebut terjadi di tempat permainan ketangkasan bola di  Blorep, Kelurahan Kamundu pada 18 Desember 2023 lalu.

Berawal saat pemilik permainan ketangkasan bola tersebut menemukan adanya 5 pecahan Rp 100.000 uang palsu yang merupakan pendapatan dari pemilik ketangkasan tersebut. Namun 5 lembar uang pecahan Rp 100.000 itu  ternyata palsu sehingga pemilik ketangkasan bola langsung merobek dan membuangnya.

Keesokan harinya,  pemilik permainan ketangkasan menemukan lagi uang palsu yang sama yasng saat itu diserahkan langsung tersangka. Sehingga pemilik permainan ketangkasan langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

‘’Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim langsung mengumpulkan anggota Reskrim dari Tim Rajawali dan melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan. Saat itu, tersangka masih berada di tempat permainan,’’ katanya.

Dari tangan tersangka, ditemukan uang palsu pecahan Rp 100.000 sebesar Rp 1,9 juta dan 4 lembar uang pecahan Rp 100.000 asli. 

‘’Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tersangka bukan sindikat tetapi dia sendiri yang membuat uang ini dengan cara uang asli difotocopy dengan menggunakan kertas biasa, HPS. Kalau dilihat sepintas sama persis  uang asli tapi palsu karena terbuat dari HPS,’’ jelasnya.

Tersangka juga membuat uang palsu tersebut hanya untuk transaksi di tempat permainan bola ketangkasan itu.   

Karena itu, lanjut Kasi Humas, atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 36 ayat 3 Junto Pasal 26 ayat (2) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan atau Pasal 245 KLUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Sehubugan dengan itu,  Kasi Humas mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali menggandakan uang palsu atau melakukan mengcopy uang asli  menjadi uang palsu karena ancaman hukumannya cukup berat yakni 15  tahun penjara. (ulo)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

13 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

17 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

23 hours ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

1 day ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

1 day ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

1 day ago