

Kuasa Hukum Sanwira, Gabriel Naftali J. Epin, SH dan Mathius Liem Gebze, SH, didampingi Burhanuddin Zein saat menggelar jumpa pers, Kamis (20/1) (FOTO: Sulo/Cepos)
Kuasa Hukum Sanwira, Gabriel Naftali J. Epin, SH dan Mathius Liem Gebze, SH, didampingi Burhanuddin Zein saat menggelar jumpa pers, Kamis (20/1) (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE – Pemilik gudang di Jalan Arafura Buti, Sanwira, akhirnya menambah pipa pembuangan yang belakangan ini membuat genangan banjir di 3 RT di Kelurahan Samkai Merauke. Gabriel Naftali J. Epin, SH, didampingi Mathius Liem Gebze, SH, kuasa hukum dari CV Maju Bersama milik Sanwira saat menggelar jumpa pers kemarin, mengungkapkan, pihaknya telah menambah satu pipa ukuran 25 inc di bagian hulu dan satu pipa yang sama di bagian hilir, sehingga genangan air mulai surut. ‘’Kemarin kami ke sana lihat dan air sudah mulai surut setelah pipa 25 inc ditambah. Tapi, untuk hari ini kami belum cek ke sana,’’ katanya.
Gabriel menjelaskan, permasalahan ini muncul setelah adanya pengaduan dari masyarakat yang tinggal di sekitar Gudang Sanwira yang terdampak banjir, khususnya masyarakat yang ada di Perumahan Lampu Satu Indah RT 3 dan RT 10. ‘’Karena itu, perlu kami luruskan bahwa pihak Sanwira selama ini tidak pernah menutup diri. Selalu membuka diri kalau ada masukan ataupun saran, kritikan dari masyarakat,’’ katanya.
Gabriel menilai bahwa pernyataan maupun pemberitaan yang ada selama ini menyudutkan pihak Sanwira seolah-olah pihak Sanwira tidak mau bertemu dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Gabriel menjelaskan, pihaknya perlu meluruskan tudingan kepada Sanwira dan beberapa pernyataan beberapa oknum bahwa pihak Sanwira tidak merespon.
‘’Kami sampaikan bahwa kami sudah bertemu dan telah menyelesaikan persoalan ini lewat mediasi di kantor PU yang dihadiri Kabid Perairan saat itu, perwakilan dari perumahan LSI, RT 3 dan RT 10. Di sana terjadi kesepakatan yang saat itu sudah bersedia membuat lubang-lubang air dan ini perlu kita jelaskan karena ini upaya yang dilakukan Sanwira mengatasi banjir ini,’’ jelasnya.
Ditambahkan, sejak awal pembangunan gudang tersebut sudah ada amdalnya. Jadi sudah dilakukan analisis dampak lingkungan yang akan terjadi kalau akan dibangun gudang, termasuk pagar.
‘’Sejak pembangunan pagar sudah dipertimbangkan dengan membuat 12 lubang air yang berfungsi untuk bisa menjadi saluran masuk keluarnya air. Kemudian 12 lubang air itu berukuran 3 inc. Lalu dibuatkan 10 lagi lubang air dengan ukuran pipa 4 inc dan terakhir tanggal 17 Januari 2022 dengan membuat 2 lubang air dengan diameter 25 inc,’’ tandasnya. (ulo/tho)
Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…
"Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di…
Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro menyerahkan Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran…
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kakanwil Kemenkumham Papua tersebut menjadi wadah sinkronisasi teknis antara…
Kapolres Jayapura, Dionisius V.D.P. Helan mengatakan, Audit tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi…
Kegiatan tersebut melibatkan aparatur kampung, Bamuskam, serta berbagai pihak terkait lainnya sebagai bagian dari upaya…