Categories: MERAUKE

52 Personel Basarnas Merauke Jalani Pemeriksaan Urine

Satuan Reserse Narkoba  Polres Merauke  bersama Dokkes  Polres Merauke   saat melakukan pemeriksaan urine bagi seluruh personil  Basarnas Merauke,  Kamis (20/2). Hasil pemeriksaan menunjukan negatif  atau   tidak  ada pengguna Narkoba.    ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE – Sebanyak 52 personel Basarnas Merauke menjalani pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah  positif menggunakan Narkoba atau tidak. Pemeriksaan dilakukan oleh Satuan Narkoba Polres Merauke bersama dengan Dokkes Polres Merauke  ini  di Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Kamis (20/2). 

  Hanya saja, dalam pemeriksaan ini, tidak ditemukan adanya personel Basarnas yang positif menggunakan Narkoba. Namun sebelum pemeriksaan urine, Satuan Narkoba terlebih dahulu memberikan penyuluhan  kepada personel Basarnas  Merauke. Penyuluhan  dilakukan  Kasat Narkoba Polres Merauke AKP Subur Hartono beserta anggotanya. 

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Raymond Konstantin,SE bahwa kegiatan ini berkat kerjasama Kantor Basarnas Merauke dengan pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Merauke. 

  Dalam penyuluhan  ini, Kasat Narkoba Subur Hartono menjelaskan tentang bahaya Narkoba bagi generasi penerus bangsa ini.   Termasuk jenis-jenis Narkoba, jenis jenis zat audiktif lainnya,  serta sejumlah perkara Narkoba yang sudah ditangani oleh pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Merauke.   

  Selain  masalah Narkoba, menurut  Narkoba masalah  minuman keras  lokal juga  pihaknya  tangani terutama  bagi  mereka yang  menbuat  Miras Lokal  tersebut.  Karena minuman  keras lokal seperti Sopi tersebut memiliki kandungan  alkohol  yang cukup  tinggi dan dapat merusak  kesehatan. 

 “Miras termasuk  bahan adiktif yang perlu diwaspadai, diperangi oleh generasi bangsa ini,” terangnya.  

    Dikatakan bagi  yang menyalahgunakan Narkoba dapat dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1  UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan denda maksimal  Rp 8  miliar dan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan atau seumur hidup bahkan hukuman mati..

  “Bagi seseorang yang mengetahui peredaran Narkoba namun tidak melaporkannya dapat dijerat dengan undang – undang Narkoba dengan ancaman hukuman satu tahun penjara,” pungkasnya. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

12 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

13 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

14 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

15 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago