

Gustaf Nikolas Adolf Rumaikewi (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE-Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke mengajukan sedikitnya 245 warga binaan yang merayakan Natal tahun 2023 ini diusulkan untuk mendapatkan remisi atau diskon masa pidana yang dijatuhkan oleh majelis hakim kepada warga binaan tersebut.
‘’ Untuk Natal tahun ini, kita menguuslkan 245 warga binaan untuk mendapatkan remisi,’’ kata Kepala Lapas Klas IIB Merauke Gustaf Nikolas Adolf Rumaikewi, kepada media ini ditemui di Kantor Lapas Merauke, Selasa (18/12/2023).
Selain 245 warga binaan tersebut diajukan untuk mendapatkan remisi, juga nantinya ada warga binaan yang menhusul akan diajukan ke Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapatkan remisi.
Mereka yang akan diusulkan kemudian untuk mendapatkan remisi susulan tersebuut adalah mereka yang sudah divonis dan berkekuatan hukum tetap serta memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi yakni minimal 6 bulan menjalani penahanan dan berkelakuan baik.
‘’ Cuma karena kita belum dapatkan administrasinya. Tapi nanti kalau sudah ada dan telah menjalani masa penahanan minimal 6 bulan maka berhak mendapatkan remisi,’’ katanya.
Pada pemberian remisi kali ini, Gustaf Rumaikewi mengaku tidak ada warga binaan yang masuk register F karena melakukan pelanggaran berat. ‘’ Memang sebelumnya ada yang masuk register F, tapi semuanya sudah menjalani hukuman dengan waktu selama 6 bulan,’’ jelasnya.
Iapun berharap, kedepan tidak ada lagi warga binaan yang melakukan pelanggaran sehingga masuk dalam register F. ‘’ Kita tentunya terus memberikan sosialisasi kepada warga binaan, konsekuensi apa yang diberikan kalau melakukan pelanggaran, apalagi kalau itu masuk kategori pelanggaran berat,’’ jelasnya.
Gustaf Nikolas Adolf Rumaikewi menambahkan, remisi yang diberikan kepada 245 warga binaan tersebut bervariasi mulai dari 15 hari sampai 2 bulan. Tergantung hukuman dan masa pidana yang sudah dijalaninya.
‘’Kita berharap remisi yang akan diterima warga binaan ini akan menjadi intropeksi diri untuk semakin baik kedepan terutama saat akan kembali ke tengah-tengah masyarakat. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…