

Bunda PAUD Kota Jayapura, Maria Yuvita G. Pekey, saat mengalungkan tanda peserta pada pembukaan pelatihan bagi calon pelatih anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Jayapura, Senin (18/12). (FTO: Robert Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, secara khusus melalui Bunda PAUD menggelar kegiatan pelatihan bagi calon pelatih anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Jayapura, Senin(18/12).
“Kami menginisiasi pelaksanaan kegiatan penguatan kelembagaan Bunda PAUD dan juga Pokja Bunda PAUD serta pelatihan terhadap pelatih untuk penanganan anak-anak stunting, penanganan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan lain sebagainya,” ungkap Bunda PAUD Kota Jayapura, Maria Yuvita G. Pekey, Senin (18/12).
Dikatakan, telah diketahui bersama bahwa pertumbuhan manusia itu penting sekali dalam siklus kehidupan manusia sejak dalam kandungan, lahir dan masuk masa anak-anak remaja antara usia 0 sampai 18 tahun. Ini adalah masa masa yang sangat penting untuk diintervensi, baik pendidikannya maupun intervensi kesehatannya.
“Tugas dan tanggung jawab untuk memperhatikan anak-anak usia dini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Untuk itu, menurutnya membangun pola kebersamaan itu sangat penting sekali. Sehingga pada kesempatan itu pihaknya melibatkan Bunda PAUD dan semua Pokja Bunda PAUD, distrik, kelurahan dan kampung, untuk hadir mengikuti penguatan kapasitas dan kapabilitas diri. Agar mereka tahu dengan sangat baik tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga dapat menguatkan kemampuan pondasi anak sesuai dengan karakteristik spesifik paud yang ada di wilayah kerjanya.
“Mulai dari distrik Abepura, Muara Tami, Jayapura Utara Jayapura Selatan. Kemudian diundang juga kepala-kepala sekolah dan guru-guru PAUD dan SD. Sangat penting sekali kita menjembatani antara sekolah PAUD dan SD. Karena selama ini ada gap sehingga gap ini yang kita berupaya untuk menjembatani, sehingga ada pemahaman dan konsep yang sama untuk penanganan anak-anak usia dini untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri dari anak usia dini yang merupakan masa depan negara,” katanya.
“Dengan adanya 6 kemampuan pondasi yang harus dimiliki oleh anak, ke depannya ketika kita menikmati bonus demografi, anak-anak ini mempunyai integritas diri yang tinggi. Oleh karena itu agar itu semua bisa tercapai maka perlu sekali peningkatan SDM dari Bunda PAUD, Pokja, guru-guru serta kepala sekolah, supaya mereka paham dengan sangat baik sasaran target dari anak usia dini itu apa yang harus dilakukan,” sambungnya.(roy/nat)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…