Categories: MERAUKE

BPBD Butuh Dukungan Sarana Prasarana 

MERAUKE-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke yang telah dibentuk kembali Tahun 2022 ini, membutuhkan dukungan sarana prasarana untuk operasional kegiatan, baik di kantor maupun di lapangan.

   ‘’Sebagai lembaga yang baru dibentuk kembali, tentunya kami sangat membutuhkan dukungan sarana prasarana dalam pelaksanaan tugas,’’ kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Merauke,  Alowysius P.A. Fangohoy, S.STP, kepada wartawan,  Selasa (19/7).

   Diketahui, BPBD Kabupaten Merauke  telah dibentuk beberapa tahun lalu. Namun di pemerintahan Bupati Frederikus Gebze, SE, MSi, BPBD ditiadakan lagi.  Sehingga aset yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Merauke kalah itu diserahkan ke OPD lain.   

   Alowysius  Fangohoy menjelaskan, aset yang dimiliki saat ini berupa sebuah mobil  dan gedung kantor yang merupakan eks Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya masih sangat membutuhkan sarana prasarana kantor yang mendukung  dalam pelaksanaan tugas  administrasi di kantor. ‘’Sebagai  OPD yang baru dibentuk lagi, kami sangat butuh perhatian dari pemerintah,’’ jelasnya.

  Ditanya soal Damkar, Mantan Kepala Distrik Kimaam ini menjelaskan bahwa untuk Damkar ada di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke. Sedangkan BPBD Kabupaten Merauke akan lebih fokus  pada penanganan  bencana seperti banjir rob, dan pemetaan daerah rawan bencana. ‘’Kami  lebih fokus pada penanganan  bencana daerah. Kalau soal kebakaran, fungsinya sudah melekat pada Damkar yang ada di Satpol PP,’’ jelasnya.

Karena itu, di awal terbentuknya kembali BPBD tersebut pihaknya dalam membuat program tidak muluk-muluk dulu. Tapi masih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar kantor dan penguatan kelembagaan dalam hal ini adanya SDM yang  memiliki basic di bidang penanggulangan bencana.

‘’Perlu pelatihan bagi kami yang ada di BPBD dan adanya data sehingga tahun ini kami coba membuat kajian peta rawan bencana di Kabupaten Merauke. Setelah ada peta rawan bencana tersebut barulah kita bisa membuat program-program penanggulangannya,’’ terangnya. Soal personel,  Alowysius  Fangohoy mengaku masih perlu ditambah. Karena  idealnya, jumlah personel 40 orang, namun yang ada sekarang 15 pegawai. (ulo)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

5 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

7 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

8 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

9 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

10 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

11 hours ago