Categories: MERAUKE

Umat Buddha Diajak Tetap Jaga Kerukunan

Umat Buddha saat merayakan Waisak dengan memandikan patung Buddha  di Wihara Arya Dharma Merauke,  Minggu (19/5) kemarin.  ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE- Umat Buddha  yang ada di Merauke memperingati  Waisak dengan sembahyang di  Wihara Arya Dharma Merauke, Minggu  (19/5).  Sembahyang   ini dipimpin Romo Panditha Eko Purwanto.  Kepada wartawan seusai sembahyang, Eko  Purwanto menjelaskan bahwa Waisak  atau biasa disebut Trisuci Waisak ini memperingati kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama dan mangkatnya sang Buddha Gautama. 

   ‘’Jadi Waisak ini adalah memperingati 3 hal  penting yakni  kelahiran  lalu pencapaian penerangan sempurna oleh pertama Gautama dan mangkatnya sang Buddha Gautama,’’ kata Eko.  

    Menurutnya, Buddha meninggal  dunia pada usia 80 tahun sementara ia mencapai   penerangan agung pada umur 35tahun. Dengan tema   pada perayaan Waisak  tahun ini mencintai tanah air, Pandhita  Eko Purwanto mengharapkan dan mengajak untuk semua  agar  sama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kerukunan dan sikap toleransi antar umat  beragama. Lalu antar umat beragama dengan pemerintah. 

  ‘’Itu yang utama . Karena kerukunan itu asset dari persatuan. Karena persatuan dalam perbedaan itu  sangat  indah,’’ jelasnya.   Iapun  berdoa dan  berharap bangsa Indonesia dijauhkan dari  perpencahan,  kejahatan dan tindakan-tindakan anarkis. ‘’Kita berharap    bangsa kita selalu bersatu padu dan saling mencintai antar sesama dan mencintai  tanah air,’’  harapnya. 

    Hal yang sama disampaikan Ketua Wihara Arya Dharma Merauke Afeng. Menurutnya    dengan tema Hari Waisak Tahun 2019 mencintai  tanah air  berharap ke depan akan   lebih baik/ ‘’Mudah-mudahan ke depan akan semakin baik. Dan sesuai dengan tema tahun ini, diharapkan kita  bersama dan semakin baik dan kita dijauhkan dari musibah alam,’’ tandasnya.  

   Perayaan itu diawali ritual puja bhakti, selanjutnya mengelilingi Wihara beberapa kali dan  terakhir adalah melakukan pemandian  patung buddha dan tabur bunga di patung buddha.  (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

4 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

12 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

13 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

15 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

16 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

17 hours ago