

Tampak markas Koramil Mindiptanah, Kodim 1711/Boven Digoel yang diduga dirusak massa setelah seorang guru bersama istrinya diduga ditabrak Danramil Mindiptanah, Rabu (16/8).(Istimewa/ Ceposonline.com)
MERAUKE– Pihak keluarga korban Ignasius Wareka (45) yang merupakan guru di SD Inpres Oskam Mindiptanah dan istrinya Berhap Apanop (40) yang tewas dalam kecelakaan dengan mobil yang dikendarai Danramil Mindiptanah, Mayor Inf. BS mengajukan sejumlah tuntutan kepada pelaku.
Informasi yang beredar, sejumlah tuntutan tersebut diantaranya jaminan 5 anak korban, perbaikan motor, uang kepala Rp 2 miliar, jenazah diurus Koramil dan anggota Koramil tidak boleh ada yang mabuk.
Danrem 174/ATW Brigjen TNI Agus Widodo menanggapi pertanyaan wartawan terkait musibah yang terjadi tersebut mengungkapkan, pada Rabu (16/8), sekitar pukul 15.00 WIT, Dandim 1711/Boven Digoel Agustinus Ressa Sala’pa, Bupati Hengky Yaluwo, ketua DPRD, Ketua LMA setempat telah bertemu dengan pihak keluarga untuk melakukan mediasi.
‘’Ada beberapa point yang telah disampaikan oleh pihak keluarga dan ini akan coba dijembati oleh beberapa pihak. Sekarang seluruhnya kondusif dan tidak lagi masalah,’’ katanya.
Soal adanya permintaan uang kepala sebesar Rp 2 miliar dari pihak keluarga, Danrem mengaku belum tahu, dengan alasan, semuanya masih fokus pada kegiatan 17 Agustus.
‘’Tapi kemarin semuanya sepakat bahwa itu memang musibah. Kecelakaan lalu lintas dan sama-sama kita tidak inginkan. Baik dari pihak kita maupun dari pihak keluarga. Kita menyadari bahwa itu tidak kita inginkan. Atas dasar itu, maka kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan kita juga minta maaf atas kejadian itu, kita juga akan memproses sesuai hukum yang berlaku,’’terangnya.
Untuk diketahui, kasus kecelakaan lalu lintas ini terjadi di Kilometer 62 jalan Trans Papua, di Distrik Mindiptanah, Kabupaten Boven Digoel , Papua Selatan, Selasa (15/8).
Kecelakaan tersebut terjadi antara mobil yang dikemudikan oleh Danramil Mindiptanah Mayor Inf. BS dengan motor yang dikendarai Ignasius Wareka (45) yang merupakan guru di SD Inpres Oskam Mindiptanah dengan membonceng istrinya bernama Berhap Apanop (40). Akibat kecelakaan itu, Ignasius Wareka dan istrinya Berhap Apanop tewas di tempat kejadian perkara.
Kejadian ini sempat membuat Mindiptanah memanas dimana keluarga korban melampiaskan kemarahan mereka dengan melakukan pemalangan jalan masuk Mindiptana dan merusak Kantor Koramil Mindiptanah. (ulo/tho)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…