

Siswa-siswi TK dan SD menggambar dan mewarnai yang diangkat dari cerita-cerita rakyat pada festival Amba Mbembe di Monumen Kapsul Waktu Merauke, Kamis (15/5) kemarin. (foto: Sulo/Cepos)
MERAUKE– Dalam rangka menggali potensi cerita rakyat yang ada di Papua Selatan, Sanggar Chapung Art kerja sama dengan pemerintah menggelar festival Amba Mbembe di Monumen Kapsul Waktu Merauke, Kamis (15/5).
Ketua Sanggar Chapung Art Selsius Djunianto Naraha yang akrab disapa Chapung disela-sela kegiatan tersebut, mengungkapkan, Festival Amba Mbembe ini digelar selama 3 hari dalam rangka menggali dan mengangkat potensi lokal terkait dengan cerita rakyat.
‘’Kami dari Sanggar Chapung Art mengangkat festival ini mencoba berpikir secara realita yang ada bahwa cerita rakyat yang ada di Papua Selatan itu ada. Cerita rakyat ini penuh dengan pesan moril,’’ kata Selsius.
Namun yang terjadi, lanjut dia, justru masyarakat di Papua Selatan khususnya Merauke lebih banyak mengetahui cerita rakyat dari luar Merauke ketimbang cerita rakyat yang ada di Papua Selatan khususnya Merauke.
Page: 1 2
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…