Categories: MERAUKE

PGRI Merauke Ancam Boikot Pelaksanaan Ujian SMA-SMK

Sergius Womsiwor, SPd, MPd  ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dewan Pimpinan Cabang  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  Kabupaten Merauke mengancam akan memboikot   pelaksanaan  ujian   baik sekolah dan nasional  di Merauke. Ancaman boikot  ini disampaikan   Ketua DPC PGRI Kabupaten Merauke Sergius Womsiwor, SPd, MPd, kepada wartawan di Merauke,  Senin (16/3).

   Ancaman boikot  yang akan dilakukan  oleh PGRI  untuk pelaksanaan   ujian  sekolah dan nasional   untuk SMA-SMK  ini menyusul   tidak dianggarkannya   biaya  ujian sekolah dan nasional  oleh Pemerintah Kabupaten  Merauke melalui Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan  Kabupaten Merauke  tahun anggaran 2020. 

  “Kami  akan boikot  pelaksanaan ujian baik sekolah  maupun ujian nasional  jika pemerintah   daerah  Kabupaten Merauke tidak mengalokasikan anggaran  untuk  pelaksanaan ujian baik sekolah maupun nasional  untuk SMA dan SMK di Merauke tersebut,’’ kata Sergius    Womsiwor.  

   Sergius Womsiwor   menjelaskan bahwa permasalahan ini  sudah   pihaknya sampaikan  ke  DPRD Kabupaten Merauke dan  rencananya   Rabu (18/3) besok, Dewan akan mengundang pemerintah   daerah bersama dengan PGRI   Kabupaten Merauke.   Namun jika dalam pertemuan   tersebut  tidak ada  solusi  untuk  masalah anggaran  biaya  ujian nasional  tersebut  maka  pihaknya  akan memboikot  pelaksanaan ujian tersebut. 

   Sergius menjelaskan bahwa meski    kewenangan   pengelolaan SMA dan SMK  telah  dilimpahkan ke  provinsi, namun  dari peraturan gubernur Papua dimana  masalah pembiayaan   tidak seluruhnya  diserahkan ke  provinsi. Namun masih ada tanggung  jawab   pemerintah kabupaten /kota dalam    pelaksanaan operasional sekolah salah satunya   dengan penyediaan  biaya ujian  sekolah dan ujian nasional   tersebut.  

  Sergius Womsiwor mengaku sangat menyesal dengan  tidak adanya anggaran  untuk biaya  ujian  sekolah dan  ujian nasional dari Pemerintah    Kabupaten  Merauke.  Menurutnya, pendidikan di Kabupaten Merauke  dari tahun  ke tahun tidak pernah diselesaikan. “Tapi sesungguhnya  yang tidak mampu menyelesaikan itu  adalah kepala daerah. karena kepala daerah tidak  mampu menempatkan  figur   yang betul-betul  berpikir  bagaimana  menyelesaikan  masalah yang ada di dunia pendidikan di Kabupaten Merauke. Tapi, justru    permasalahan ini dari waktu  ke waktu ada, karena komitmen dari  tenaga teknis yang ditempatkan  untuk menyelesaikan ini tidak ada,” tandasnya. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

6 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

7 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

8 hours ago

Keikhlasan Saat Situasi Ekonomi Kurang Bergairah Jadi Ujian Dalam Berkurban

Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…

9 hours ago

TPNPB Bertanggungjawab Atas Pembakaran Fasilitas Umum

TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…

10 hours ago

Empat WNA asal China Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Nabire

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…

17 hours ago