Amin menjelaskan, gangguan kabel laut kali ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena terjadi pada 2 titik sekaligus atau dikenal dengan Double Shunt Fault serta ditambah dalam perjalanannya muncul sumber gangguan lainnya, seperti longsor di Nabire dan shunt fault SMPCS #1 ruas Ambon-fakfak sebagai jalur backup sehingga mengakibatkan penurunan kualitas layanan pada area Timika, Kaimana dan Merauke.
Langkah berikutnya, tim teknis Telkom akan melakukan monitoring secara intensif untuk memastikan layanan tetap optimal dan stabil. Amin menambahkan, dalam kondisi pasca pemulihan ini, Telkom juga akan menerapkan berbagai strategi pencegahan untuk mengantisipasi potensi gangguan di masa mendatang.
“Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan selama ini dan tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas doa dan dukungan yang diberikan sehingga proses perbaikan berjalan lancar dan layanan TelkomGroup berhasil pulih kembali,” tutup Amin. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…