

MERAUKE-Merebaknya virus Corona membuat semua negara meningkatkan kewaspadaan. Tidak hanya Indonesia namun juga PNG. Karena itu, Pemerintah PNG menutup pintu pelintasan negara yang ada di Skouw Jayapura.
Meski demikian, untuk pintu pelintas batas antara Indonesia dan PNG di Sota, hingga Jumat (14/2) kemarin masih dibuka. Warga yang akan melintas dari PNG ke Indonesia atau sebaliknya dari Indonesia ke PNG masih bisa masuk keluar.
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Elias Mithe, S.STP, ditemui Jumat kemarin mengungkapkan kemungkinan alasan pintu perbatasan di Sota tersebut belum ditutup, meski pintu perbatasan Skouw Jayapura sudah ditutup.
“Pertama, kalau di Jayapura pintu perbatasan tersebut langsung berhubungan dengan beberapa kampung yang dekat di sana. Sehingga kebijakan teman-teman Cukai, Imigrasi dan Qarantina (CIQ) di sana melarang itu. Tapi kalau kita di sini jarak dengan kampung yang ada di PNG sana dari pintu tapal batas lumayan cukup jauh,’’ katanya.
Kedua, jelas Elias Mithe, bahwa masyarakat kedua perbatasan baik yang ada di garis perbatasan PNG maupun yang ada di garis perbatasan Indonesia masih memiliki hubungan kekeluargaan. “Rata-rata memiliki keluarga di Merauke. Begitu juga sebaliknya, warga Indonesia yang ada di garis batas negara Indonesia ada keluarganya di PNG,’’ jelasnya.
Kendati demikian, lanjut Elias Mithe, dari Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina, KKP termasuk Satgas pamtas tetap melakukan pemantauan. “Sampai sekarang, teman-teman dari CIQ belum ada konfirmasi kepada kita apakah nantinya akan menutup sementara sepertii di Jayapura. Ini yang belum ada konfirmasi ke kami. Artinya, pelintas batas baik dari PNG maupun warga kita masih bisa bebas melintas di sana,’’ jelasnya.
Namun begitu, lanjut Elias Mithe, sehubungan dengan telah dibangunnya PLBN Sota, maka dilakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun pelintas batas soal aturan ketika akan ke Indonnesia atau PNG. ‘’Sosialisasi dari BNPP bersama kami di kabupaten dengan narasumbernya dari CIQ. Karena dengan adanya PLBN Sota maka akan merubah meanset masyarakat lintas batas yang dulu jalan biasa saja, maka sekarang sudah mulai harus mengikuti aturan, sehingga mulai awal ini kita mulai melakukan sosialisasi kepada pelintas batas yang ada di perbatasan Sota,’’ terangnya.
Ditambahkan, kedepan secara pelan bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan masih diperbolehkan menggunakan kartu pass untuk melintas sampai di Sota. Namun jika ingin ke kota, maka harus mengunakan visa. (ulo/tri)
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di…
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…