Categories: MERAUKE

Hendrik Mahuze Akui Kemenangan Romanus-Riduwan

Hendrikus Mahuze, S.Sos, M.Pd ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE – Kendati belum ada penetapan dari KPU siapa yang terpilih dari Pilkada yang digelar 9 Desember lalu, namun calon bupati nomor  urut 1  Hendrikus Mahuze, S.Sos, M.Si  dengan berbesar hati mengakui kemenangan dari pasangan nomor urut 03 Drs Romanus Mbaraka, MT-H. Riduwan, S.Sos, M.Pd sekaligus menyampaikan selamat kepada pasangan yang diusung oleh PKB dan Partai Demokrat tersebut. 

   “Dengan melihat hasil sementara dari KPU, pasangan nomor urut 03 mengungguli pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 2. Kami dari pasangan nomor urut 1 menyampaikan selamat kepada Bapak Drs  Romanus Mbaraka, MT dan Bapak Haji Riduwan, S.Sos, M.Pd,’’ kata  Hendrikus Mahuze kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (12/12).  

   Soal kalah dan menang, kata Hendrikus  Mahuze merupakan hal biasa. Karena  namanya kompetisi  pasti ada yang menang dan ada yang kalah.  “Saya dan pak Edy tetap berpegang pada itu, karena konsekuensi dari sebuah kompetisi adalah kalah dan menang. Tapi kami mau ada keadilan disini, dimana kami akan ikuti proses perhitungan  suara sampai pada penetapan pasangan terpilih oleh KPU,”  katanya.  

   Hendrikus Mahuze juga mengingatkan kepada pasangan nomor urut 03 terkait dengan  janji-janji kampanye yang telah disampaikan. “Janji-janji kampanye  itu banyak disampaikan dan itu ditunggu oleh masyarakat sekarang,” katanya.  

   Hendrikus Mahuze juga berpesan untuk sama-sama membangun Merauke. Menurutnya, jangan ada kepemimpinan balas dendam. “Saya pikir, kaka Rom ini punya jam terbang tinggi dan saya yakin beliau punya hati untuk bangun daerah ini. Saya pikir apa yang kita lakukan kemarin di luar adalah bagian dari politik. Tapi mari rangkul semua  terutama anak-anak Marind yang ada di Merauke ini, karena mereka yang punya tanah ini. Rangkul mereka. Jangan karena politik, kita balas dendam. Tapi, saya lihat  beliau (Romanus     Mbaraka,red) sudah sampaikan akan merajut kembali semua kembali. Jangan sampai ini hanya sebagai slogan,’’ terangnya. 

   Begitu juga bagi yang ada di birokrasi, Hendrikus  Mahuze mengajak untuk merangkul mereka, karena seorang bupati tidak bisa kerja sendiri tanpa ASN.  “Ini harapan kita, supaya hilangkan balas dendam,’’ jelasnya. 

   Hendrikus Mahuze juga menjelaskan  bahwa soal kemungkinan adanya rencana melakukan langkah-langkah hukum masih akan dirapatkan dengan partai koalisi.  “Kita akan pertimbangkan secara matang apakah misalnya mengambil langkah lebih lanjut justru akan merugikan kita dan sebagainya  akan kita  kaji dan pertimbangkan  nanti,’’ tandasnya. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

1 hour ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

2 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

3 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

4 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

5 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

6 hours ago