Categories: MERAUKE

Penimbun Solar Subsidi 3.400  Ton Ditangkap

MERAUKE – Pihak Reserse Kriminal Polres Merauke berhasil menangkap seorang penimbun bahan bakar minyak Bio Solar. Penimbun BBM Bio Solar berinisial  BY tersebut ditangkap di Jalan Garuda  Spadem,  Kelurahan Muli, Merauke, Selasa (10/1) sekitar pukul 23. 00 WIT.

Pelaku ditangkap bersama  dengan mobil pikap yang memuat profil tank warna kuning berisi BBM Solar. Dari kasus penangkapan ini, polisi menyita  3.400 liter BBM Solar yang berada di dalam 1 profil tank ukuran 2.000 liter, kemudian profil tank kedua ukuran 1.000 liter dan dalam 2 drum masing-masing ukuran 200 liter.   

Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasie Humas AKP Ahmad Nurung, SH, saat menggelar jumla pers terkait dengan penangkapan ini mengungkapkan, terungkapnya penyalahgunaan BBM ini berawal  pada Selasa  10 Januari 2023 sekitar pukul 23.00 WIT,  anggota  Opsnal Polres Merauke sedang melaksanakan patroli di seputaran pertigaan Jln Cigombong, Jalan Leproseri  dan Jln Wasur . Pada saat di pertigaan,  anggota Opsnal melihat 1  unit mobil yang mencurigakan. Setelah itu, anggota Opsnal mulai mengikuti mobil   tersebut. Sesampainya di TKP,  personel Polres Merauke  menghampiri sopir dan menanyakan bahwa yang dimuat berupa BBM jenis Solar. ‘’Kemudian  saksi menghubungi  Kanit Tipidter untuk memberikan informasi terkait mobil. Tidak lama kemudian, Kanit Tipidter tiba di TKP dan langung melakukan pengecekan gudang  dan mendapati BBM jenis Solar di dalam gudang tersebut sebanyak 3.400 liter,’’ tandas Kasie Humas.

  Kasie menjelaskan bahwa belum diketahui apakah mobil tersebut melakukan pengetap atau bekerja sama dengan pihak lain  yang memiliki BBM subsidi jenis Solar masih dalam penyelidikan. Karena tengah malam  seperti itu,  tidak ada lagi SPBU buka. Bahkan pada sore hari di SPBU tidak ada lagi penjualan BBM subsidi baik itu Solar maupun pertalite.   ‘’Jadi sementara dalam penyelidikan,’’ tandas. Pelaku sendiri akan dijerat dengan UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah di ubah dalam Pasal   40 angka 9 UU RI No. 11 Tahun 2020 Tentang cipta kerja dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Sementara  itu, pasca penangkapan ini kemarin tidak terlihat lagi antrean panjang truk baik SPBU yang ada di Jalan Ahmad Yani maupun yang ada di Jalan Parako. Kedua SPBU yang berada di kedua jalan tersebut tampak sepi meski masih ada truk yang antri, namun tidak sebanyak hari-hari sebelum penangkapan.(ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

7 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

8 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

9 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

10 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

12 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

13 hours ago