Categories: MERAUKE

Merauke Bukan Kota Rusa Lagi?

Perburuan Rusa Terus Terjadi, Semakin Sulit Ditemukan 

MERAUKE – Kendati Kota Merauke juga diberi julukan sebagai Kota Rusa, namun  saat ini  masyarakat Kota Merauke semakin  sulit menemukan hewan yang satu ini. Apalagi, tidak ada penangkaran khusus  untuk rusa tersebut.

Kepala  KSDA Bidang Wilayah I Merauke  melalui Kepala Pokja Tehnis KSDA Bidang Wilayah I Merauke Teguh Mujiarto, ketika ditemui Cenderawasih Pos di kantornya, mengungkapkan  bahwa rusa bukan satwa asli dari Merauke. Tapi rusa dibawa oleh penjajah Belanda dari NTT ke Merauke.

‘’Jadi sebenarnya, Rusa ini bukan satwa endemik Merauke. Tapi, apakah satwa ini dilindungi atau tidak. Ya satwa ini dilindungi. Tapi khusus di  Papua setelah keluar  keputusan untuk menetapkan  rusa ini sebagai satwa buru, berarti dapat dimanfaatkan  oleh masyarakat,’’ kata  Teguh Mujiarto.

Soal proses perijinannya, menurut Teguh Mujiarto, proses perizinannya untuk pengambilan rusa ini berdasarkan kuota nasional  yang keluar  bersadarkan rekomendasi LIPI dan LHK. Hanya berbeda-beda.

Untuk tahun ini, kuota tersebut juga ada. Namun yang mengambil perizinan untuk kuota tersebut hanya satu perusahaan. Namun perizinan yang diminta dan didapatkan adalah untuk tanduk rusa. Sedangkan  untuk  daging rusa, belum ada perusahaan yang meminta  perizinan.

Meski demikian, diakui  Teguh Mujiarto bahwa  perburuan  terhadap rusa tersebut masih terus berjalan dengan lokasi  yang semakin jauh dan sulit didapatkan. ‘’Kalau  daerah-daerah dekat kota Merauke sudah sulit. Tapi sudah jauh ke wilayah daerah Kimaam dan  semakin berkurang,’’ tandasnya.    

Teguh Mujiarto juga mengaku jika pihaknya  hingga saat ini tidak memiliki data berapa jumlah populasi rusa di Merauke. Karena  dalam 5 tahun terakhir, KSDA tidak  secara spesifik melakukan kajian atau inventarisasi di kawasan ini.

‘’Tapi secara fakta di lapangan memang perburuan  terhadap hewan ini semakin meningkat dan satwanya semakin susah didapat,’’ tandasnya. (ulo/wen)   

Data dan Fakta

– Rusa Bukan Hewan endemik Papua

– Rusa Merauke dibawa Oleh Belanda tahun 1928

– Rusa semakin berkembang biak di periode1950-1970-an

– Perburuan rusa secara masif dilakukan sekitar tahun 1980-an hingga saat ini

– Selan daging rusa yang paling dicari, juga tanduk rusa dijadikan souvenir.

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

9 hours ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

10 hours ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

11 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

12 hours ago

Ragam Busana Nusantara Warnai Karnaval Budaya

Karnaval yang diikuti berbagai instansi dan paguyuban Nusantara ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat…

13 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

15 hours ago