Categories: MERAUKE

Puskesmas Jagebob Mangkrak, Dewan Minta Diaudit

Hengky Ndiken  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-Puskesmas prototype    yang ada di  Jagebob 8 Distrik Jagebob Merauke  dilaporkan mangkrak. Puskesmas  yang dibangun dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK)   tahun 2017  tersebut sampai sekarang ini  belum juga selesai.  

  Ketua  Komisi C bidang  pembangunan DPRD Kabupaten Merauke  Hengky Ndiken  usai meninjau  bangunan  Puskesmas     tersebut mengungkapkan  bahwa terjadi wanprestasi. Selain wan prestasi, ia melihat bahwa bangunan  Puskesmas tersebut tidak layak lagi diteruskan. 

  “Karena  peninjauan saya sebagai anggota dewan  dan sebagai Ketua Komisi yang membidangi  infrastruktur, saya lihat  sudah  tidak  layak dengan dana  yang tersedia  untuk diteruskan dan diselesaikan sebagai Puskesmas  Prototype,’’  tandas  Hengky Ndiken kepada wartawan di Merauke, Rabu (11/9). 

   Hengky Ndiken menjelaskan bahwa   puskesmas      tersebut  tidak layak diteruskan  karena   bangunan mulai rapuh  dan dindingnya  mulai rontok,  lantai atas dan bawah mulai pecah  dan mulai ambruk. ‘’Kalau  mau diteruskan maka  kita harus  tinjau kembali. harus  dihitung dan diaudit kembali  bangunan  untuk  kita mendapatkan bobot   yang sebenarnya,’’   katanya.

  Hengky Ndiken menjelaskan bahwa    bangunan  tersebut  terlihat  mulai  rapuh karena kemungkinan   rekanan  yang mengerjakan bangunan ini menggunakan   bahan  lokal, tidak sesuai yang ada  dalam RAB  bangunan. ‘’Karena  itu, dinas dan intansi tehnis  diminta untuk kembali  mengaudit  bangunan yang sudah dibangun tersebut,’’ jelasnya.    

    Hengky Ndiken menjelaskan bahwa, dari   kontrak sebesar Rp 8 miliar  terhadap  pembangunan  Puskesmas prototaip ini, sebanyak Rp 6 miliar sudah dibayarkan   kepada pihak   kontraktor.   Ini karena    pekerjaan saat itu dilaporkan sudah mencapai 75 persen. Padahal sebenarnya,   fisik di lapangan baru sekitar 60 persen. 

   Karena itu, Hengky Ndiken menilai bahwa  sisa dana Rp 2 miliar   yang akan digunakan untuk menyelesaikan  pekerjaan tersebut, tidak cukup karena sebagian bangunan sudah mulai kropos. Ia pun meminta  pihak aparat  penegak hukum  untuk segera mengusut  pekerjaan ini, karena  ia menilai ada pembiaran  terhadap  pekerjaan  tersebut yang ujungnya bisa merugikan negara. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

18 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

19 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

20 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

21 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

21 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

22 hours ago