‘’Saat ini untuk SDM kita belum punya. Kita RSUD Merauke akan bekerja sama dengan RSUD Dok II Jayapura. Diperkirakan kerja sama ini akan berlangsung selama 1 tahun, sampai kita memiliki dokter spesialis jantung intervensi,’’ katanya.
Karena itu, dokter spesalis jantung yang ada akan sekolah lagi sekitar 1 tahun yang nantinya punya kewenangan untuk melakukan tindakan. ‘’Target operasional direncanakan mulai tahun 2025 mendatang,’’ jelasnya.
Jika peralatan penanganan jantung ini sudah ada, maka mereka yang menderita jantung tidak perlu lagi ke Jayapura atau ke daerah lainnya untuk penanganan jantung tersebut misalnya pemasangan ring.
RSUD Merauke sendiri saat ini, tambah Dewi Wulansari telah menangani pasien jantung yang cukup banyak, dengan perkiraan antara 50-60 orang perbulannya. Bahkan, terjadi antrian pasien di Poliklinik Jantung setiap harinya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Erwin Natosmal Umar, kuasa hukum dari terdakwa kep[ada wartawan disela-sela pelimpahan itu meminta agar penanganan…
Aparat gabungan menyita sedikitnya 114,8 liter minuman keras lokal jenis sopi dalam razia massal di…
Kejari Jayawijaya Sunandar Pramono,SH, MH menyatakan untuk yang pertama, tim baru menetapkan satu tersangka dalam…
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso S.Pd, M.Pd menyatakan terkait dengan innformasi adanya pungutan…
Kejaksaan Negeri Mimika mengumumkan telah mengantongi identitas pelaku dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah…
Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Iptu Jan B Saragih, SH membenarkan ada dua orang warga yang…