‘’Saat ini untuk SDM kita belum punya. Kita RSUD Merauke akan bekerja sama dengan RSUD Dok II Jayapura. Diperkirakan kerja sama ini akan berlangsung selama 1 tahun, sampai kita memiliki dokter spesialis jantung intervensi,’’ katanya.
Karena itu, dokter spesalis jantung yang ada akan sekolah lagi sekitar 1 tahun yang nantinya punya kewenangan untuk melakukan tindakan. ‘’Target operasional direncanakan mulai tahun 2025 mendatang,’’ jelasnya.
Jika peralatan penanganan jantung ini sudah ada, maka mereka yang menderita jantung tidak perlu lagi ke Jayapura atau ke daerah lainnya untuk penanganan jantung tersebut misalnya pemasangan ring.
RSUD Merauke sendiri saat ini, tambah Dewi Wulansari telah menangani pasien jantung yang cukup banyak, dengan perkiraan antara 50-60 orang perbulannya. Bahkan, terjadi antrian pasien di Poliklinik Jantung setiap harinya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…