

Sapi Simental, salah satu jenis sapi qurban yang dijual Pasar Hewan yang disediakan Dinas Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke di RPH Jalan Cikombong Merauke. (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke menggelar pasar hewan dalam rangka menyambut hari qurban di Rumah Potong Hewan (RPH) mulai Senin (10/06/2024).
Pasar hewan ini dibuka langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wijaya.
Munawir, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke ditemui media ini seusai pembukaan pasar hewan tersebut mengungkapkan, bahwa pasar hewan ini akan berlangsung sampai 15 Mei 2024. Untuk sementara, sekitar 11 ekor sapi qurban di pasarkan di tempat tersebut.
Mulai dari sapi Bali sampai sapi yang diberi nama Simental yang merupakan hasil kawin silang. Tercatat 3 ekor sapi jenis Simental dengan harga Rp 60 juta. Ada juga dengan harga Rp 55 juta.
‘’Untuk harga Rp 60 juta itu, berat hidup sekitar 700 kg. Sementara yang harga Rp 55 juta sekitar 600 kg,’’ kata Munawir. Sedangkan untuk Sapi Bali dijual mulai dengan harga Rp 16 juta perekor dengan berat hidup sekitar 200 kg.
‘’Pemerintah disini hanya menyediakan tempat bagi masyarakat yang mungkin tidak punya waktu untuk ke masyarakat mencari Sapi kurban. Sapi-sapi ini milik masyarakat atau kelompok pecinta sapi,’’ jelasnya. Apalagi, lanjut dia, sapi dijual tersebut sudah melalui pemeriksaan kesehatan.
Pihaknya juga jelas Munawir tidak kenakan biaya selama hewan qurban berada di tempat tersebut. ‘’Soal rumput disiapkan langsung pemilik sapi. Begitu juga menyangkut keamanannya selama Sapi-sapi ini, terutama ada malam hari,’’ jelasnya.
Soal harga sapi, diakui Munawir jika harga sapi saat ini cukup mahal. Apalagi daging sapi untuk bagian paha sekitar Rp 140 ribu perkilonya. (ulo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…