Categories: MERAUKE

Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Merauke Terancam Dirumahkan

MERAUKE– Ribuan tenaga honorer lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke terancam dirumahkan. Ini karena di satu sisi, Pemerintah Kabupaten Merauke tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar honorer tersebut akibat adanya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, juyga karena adanya surat edaran dari Menteri Pemdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroksasi dimana tahun 2026, tidak ada lagi tenaga honorer.

Karena di tahun 2025, pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada seluruh daerah untuk mengangkat tenaga honorer tersebut menjadi PPPk atau PPPK paruh waktu. Yang tidak diangkat menjadi tenaga PPPK atau PPPK Paruh Waktu tersebut untuk diberhentikan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga honorer Kabupaten Merauke saat ini antara 2.000-3.000 orang. Mereka terdiri dari PPPK paruh waktu, tenaga honorer yang diangkat dengan menggunakan SK bupati dan tenaga honorer yang diangkat dengan menggunakan SK pimpinan OPD.

‘’Ada 3 kategori yakni tenaga PPPK paruh waktu, tenaga honorer dengan SK bupati dan tenaga honorer dengan SK pimpinan OPD masing-masing,’’ kata Sekda Yermias Paulus Ndiken, Selasa (10/3).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Merauke ini mengakui bahwa dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Merauke lewat efisien yang dilakukan pusat ditambah dengan adanya surat edaran dari

Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi terkait dengan tenaga honorer tersebut, pihaknya belum mmebayarkan honor untuk Januari dan Februari 2026.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

4 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

4 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

4 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

5 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

5 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

5 days ago