Categories: MERAUKE

Pansel DPR Papua Selatan Sosialisasi Prosedur Pengangkatan

MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Panitia Seleksi (Pansel) pengangkatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Selatan menggelar sosialisasi tahap pertama terkait  prosedur pengangkatan di  Hotel Akat, Merauke, Senin (9/12).

    Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno yang juga Ketua Pansel dalam sambutannya menjelaskan, pansel yang dibentuk memiliki tugas penting untuk menyaring calon anggota DPR Papua Selatan melalui mekanisme pengangkatan, dengan penekanan pada keterwakilan orang asli Papua (OAP).

“Pansel yang dilantik terdiri dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, masyarakat, akademisi, dan organisasi perempuan,”kata Agustinus Joko Guritno.

Melalui momentum ini, Guritno mengatakan bahwa Pansel telah melaksanakan sosialisasi dibeberapa wilayah di  Papua Selatan, termasuk di Asmat.  Dalam sosialisasi yang dilakukan, kata dia, pansel menjelaskan prosedur pengangkatan anggota DPR yang dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pansel juga menetapkan pembagian kursi berdasarkan empat daerah pengangkatan yakni Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Kabupaten Asmat.  Untuk Kabupaten Merauke, kata dia, terdapat tiga kursi yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, sedangkan tiga kabupaten lainnya masing-masing mendapatkan dua kursi, yang terbagi satu laki-laki dan satu perempuan.  Hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa 30 persen dari kursi harus diisi oleh perempuan, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Gubernur.

Dia mengatakan, anggota DPR Papua Selatan yang akan diangkat berasal dari orang asli Papua dan pendaftaran calon anggota dilakukan melalui Lembaga Masyarakat Adat (LMA) yang kemudian mengusulkan calon-calon tersebut ke Pansel.

“Setiap daerah pengangkatan akan mengusulkan tiga kali lipat jumlah kuota kursi yang tersedia untuk seleksi,”jelasnya.

Guritno berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai proses seleksi dan memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat memahami aturan dan mekanisme yang ada.

Ditambahkan,  sosialisasi ini merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan keterwakilan yang adil bagi orang asli Papua dalam struktur pemerintahan DPR Papua Selatan. (ulo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

2 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

3 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

4 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

5 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

6 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

7 hours ago