Categories: MERAUKE

Hidup di Atas Rawa, Kampung Wanggambi Tanpa Sarana  Publik

MERAUKE – Kampung Wanggambi yang ada di Distrik  Tabonji adalah kampung yang sama sekali tidak memiliki sarana publik, baik kantor  kampung, sekolah bahkan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik Puskesmas maupun Puskesmas pembantu. ‘’Kampung  Wanggambi adalah kampung tanpa sarana,’’ tandas Kepala Distrik Tabonji, Yohanes Kapura, S.Sos, kepada media ini di Kantor Bupati Merauke, Minggu lalu.

Menurut Yohanes Kapura, kampung ini tanpa sarana karena sejak Indonesia merdeka bahkan sejak Kabupaten Merauke sudah ada, kampung ini sudah ada. Namun di kampung yang berpenduduk lebih dari 50 kepala keluarga ini tidak ada satupun rumah layak huni. Tidak ada sarana  ibadah gereja, tidak ada sekolah.

‘’Tidak ada fasilitasi pemerintah sampai sekarang. Makanya selama ini, mungkin kepala distrik yang banyak bicara soal kampung ini adalah saya. Karena kampung ini tanpa sarana,’’ terangnya.

    Dikatakan, sarana pemerintah tidak bisa dibangun di sini, karena warganya tinggal di rawa. Entah mau bangun gereja, sekolah, Pustu tidak bisa  termasuk rumah layak huni. ‘’Karena itu sejak bupati dilantik pada  Maret 2021, saya bertemu dengan beliau dan menyampaikan permasalahan di kampung ini. Karena kita sama-sama anak dari pulau dan punya kerinduan yang sama untuk membangun. Jadi saya tidak mau ada dosa yang tinggal di dalam diri saya, sehingga dalam forum resmi atau tidak, saya selalu menyuarakan tentang Kampung Wanggambi ini,’’ tuturnya.

   Dikatakan, dirinya sangat terharu ketika bupati Merauke menyampaikan akan membangun 75 unit rumah layak huni di Kampung Wanggambi.‘’Saya sangat terharu ketika Pak Bupati menyampaikan akan membangun 75 rumah warga di sana. Berarti sudah ada perhatian dan kepedulian untuk kampung Wanggambi,’’ jelasnya.

Ditanya soal dana desa selama ini digunakan warga untuk apa, Yohanes Kapura menjelaskan bahwa dana yang diterima Kampung Wanggambi tersebut digunakna untuk transportasi, penanganan Covid dan pemberdayaan masyarakat. ‘’Yang menjadi makanan pokok masyarakat  selama ini berupa sagu dan umbi-umbian,’’ tambahnya. (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

1 day ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

1 day ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

1 day ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

1 day ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

1 day ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

1 day ago