Categories: MERAUKE

Bupati  Romanus Kembalikan 1 Unit Mobil Dinas

MERAUKE-Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT,  juga menyerahkan satu unit kendaraan dinas Fortuner Ranger yang selama ini dipakai sebagai kendaraan operasional kepada Pemerintah Kabupaten Merauke, Selasa (9/5), kemarin.

Kepada wartawan, Bupati Romanus Mbaraka, mengungkapkan, sebenarnya mobil tersebut sudah lama akan dikembalikan.  ‘’Tapi karena saya sampai hari ini belum ada mobil operasional. Saya hanya ada mobil dinas yang selalu saya pakai 1 unit. Tapi mobil lapangan belum ada.

Sebagai seorang bupati, 1 unit   operasional dan 1 unit dinas. Yang dinas formal ada 1 sedangkan untuk lapangan tidak ada. Tapi karena tadi saya berpikr bahwa ini awal yang baik  agar semua tahu bahwa ini barang negara, bukan milik kita sehingga kita harus kembalikan,’’ tandasnya.

Bupati  Romanus menjelaskan, dalam aturan baru sekarang khusus bupati, wakil bupati yang aktif, negara masih bisa memberikan 1 unit. ‘’Jadi untuk saya sekarang mobil jeep plat merah  DS 1 pasti akan saya diberi dan saya pikir cukup,’’jelasnya.

Bupati Romanus menyampaikan terima kasih kepada para senior dan pensiuan tersebut yang  mengembalikan mobil dinas tersebut. Sebab, lanjut bupati Romanus, bukan pihaknya yang  menarik mobil dinas tersebut, tapi aturan.

‘’Ini aturan. Saya berpikir positif saja bahwa secara legal, ini barang milik negara. Bukan barang kita. Sesungguhnya setelah kita kerja dan pensiun, kita harus kembalikan. Karena kita bekerja sudah dibayar atau digaji oleh negara. Ketika pensiun maka kita selesai sebagai abdi negara. Dan ada pensiun diberikan negara. Tapi barang negara harus dikembalikan karena ada generasi berikutnya yang melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan ini,’’ jelasnya.

   Orang nomor satu di Merauke ini menilai, orang  Merauke khususnya para senior dan pensiunan tersebut yang bisa kembalikan kendaraan dinas milik Pemkab Merauke yang notabene milik negara. ‘’Ini menandakan bahw kita taat asas,’’ jelasnya.    

Ditambahkan, dengan pengembalian mobil dinas tersebut merupakan sebuah penghematan  anggaran daerah. Sebab, jika secara terus menerus setiap tahunnya melakukan pengadaan  mobil maka anggaran negara tersebut akan banyak terserap untuk pengadaan mobil.

‘’Berarti  kita akan jalan di tempat. Apalagi harga mobil tiap tahun semakin naik, sementara PAD kita tidak naik, sedangkan kebutuhan kita semakin  kompleks. Jadi ini awla yang baik. Kalau ada salah, saya pikir itu hal biasa. Tapi kita berusaha untuk lebih baik dari hari ini dan besok,’’tambahnya. (ulo/tho)    

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE#KPK

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

2 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

17 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

22 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

23 hours ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago