Categories: MERAUKE

Naikan Harga Marker Tidak Wajar, Izin Dicabut

Bupati Merauken Frederikus Gebze didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Merauke  dr. Nevile R. Muskita, Direktur   RSUD Merauke  dr.Yeni  Mahuze dan Kepala Satpol PP Kabupaten  Merauke Elias Refra, S.Sos, MM, dan Kepala Kantor  Kesehatan Pelabuhan   Merauke Suprapto, saat melakukan inpeksi di  Apotik K24  Merauke,  Senin (9/3). ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Bupati Merauke   Frederikus   Gebze, SE, M.Si mengingatkan para pemilik   toko obat   maupun pedagang   untuk tidak  menaikkan harga masker  dengan tidak wajar. Sebab, jika ada yang menaikan   harga masker tidak wajar, pemerintah  tidak segan-segan mencabut izinnya. 

  “Ya, kalau ada   yang  menaikkan  harga masker secara tidak wajar maka kita akan   tindak.  Izin bisa dicabut,” kata Bupati Frederikus  Gebze. 

  Dalam rangka  itu, Senin (9/3)  Bupati  Frederikus Gebze  didampingi Plt   Kepala Dinas   Kesehatan Kabupaten  Merauke  dr. Nevile R. Muskita, Direktur   RSUD Merauke  dr.Yeni  Mahuze dan Kepala Satpol PP   Kabupaten  Merauke Elias Refra, S.Sos, MM, dan Kepala Kantor  Kesehatan Pelabuhan   Merauke Suprapto,  melakukan inpeksi  ke dua   apotek  sebagai sampel.  

   Pertama, adalah apotek K.24  yang ada di Jalan Raya Mandala. Di apotek ini,   harga  per masker  dari  Rp 2.000  menjadi Rp 5.000 perbuah.  Sementara di apotek   Kimia Farma, justru  masker dan hand sanitizer habis   terjual.  Ida Bagus Sathya Pradanam, Apoteker  Kimia Farma Merauke menjelaskan bahwa   sebelum Presiden mengumumkan  adanya 2  warga yang    positif terinfeksi virus  Corona,  masker yang dimiliki  masih berjumlah sekitar 50 box. 

  Namun   setelah  Presiden mengumumkan, masyarakat berbondong-bondong datang membeli    masker. “Tapi karena   ini BUMN, sehingga   kita  menjual  masker  tetap harga normal Rp 2.000 perbuah. Setiap  pembeli kita  kasih maksimal 2  masker,’’ katanya.

   Meski sudah dibatasi, namun  dalam 2 hari  masker tersebut  habis. “Sementara  kita masih menunggu  kiriman. Mudah-mudahan   segera  ada,” katanya.  

  Dari  apotek yang  dikunjungi tersebut, Bupati   Frederikus Gebze melihat kenaikan  harga  masker tersebut masih dalam batas   wajar. “Tapi kalau sudah  menaikkan  harga  di luar batas  kewajaran,  itu namanya kurang ajar dan perlu diajar dengan mencabut   izin usahanya,’’ tandasnya. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Massa Kedua Kelompok Terus berdatangan ke Wamena

Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…

39 minutes ago

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kerusuhan di Stadion LE

Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…

2 hours ago

Tuntut Keadilan, IPMADO Beberkan Sejumlah Pelanggaran di Dogiyai

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…

4 hours ago

Pengunjung Beralih ke Kafe Pantai Holtekamp, Pemkot Cari Solusi Untuk Benahi

Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…

5 hours ago

Pasca Penembakan, Enam Kapal Logistik Dikawal Ketat

Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…

15 hours ago

14 Pelaku Kerusuhan di Stadion LE Ditahan

Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…

16 hours ago