Categories: MERAUKE

Uskup Mandagi: Stop Gunakan Ayat-Ayat Suci untuk Berpolitik!

Uskup Administrator Apostolik Keuskupan  Agung Merauke Mgr. Petrus Canisus   Mandagi, MSC, didampingi  para tokoh agama  Islam, Protestan, Hindu dan Budha  saat menggelar  jumpa pers seusai  coffee morning,  di Rumah Uskup Keuskupan  Agung Merauke,   Senin (9/3). ( FOTO: Sulo/Cepos  )

MERAUKE- Suhu politik di Kabupaten Merauke  dalam rangka menghadapi   tahapan pemilihan kepala daerah  (Pilkada) mulai terasa memanas.    Terkait  dengan itu  Uskup Administrator  Apostolik  Keuskupan  Agung Merauke Mgr. Petrus Canisus   Mandagi, MSC, mengumpulkan  seluruh  tokoh agama agama   yang ada di  Kabupaten Merauke  untuk  coffee  morning  di  Kantor  Keuskupan   Agung Merauke. 

   Tampak Ketua  MUI Kabupaten, Ketua   Klasis GKI  Kabupaten Merauke, tokoh agama Hindu dan Budha  serta perwakilan  pengurus  Klasis GPI Merauke.  Kepada wartawan   di  Merauke, Uskup  Petrus  Canisius Mandagi  menjelaskan bahwa   Pilkada  hanya  satu kali  dalam setiap 5 tahun.   

  “Jangan karena  Pilkada  membuat   kita berkelahi,’’ tandas Mandagi yang juga sebagai Uskup  Amboina tersebut.

   Menurut pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Agung  Merauke yang  meliputi  Kabupaten Merauke, Boven Digoal dan Mappi ini,   pilkada  digelar untuk mencari pemimpin.    Jangan sampai  mencari pemimpin  justru rakyat  yang berkelahi. 

  “Jangan kita yang jadi bodoh,  dalam artikarena Pilkada,  kita bakar sana sini. Mahal itu perdamaian. Mahal itu kerukunan. Kita harus jaga. Karena itu saya minta kepada rakyat, boleh     kita  bersaing  silakan, karena negara kita  negara demokrasi  boleh bersaing untuk mendapatkan seorang pemimpin. Tapi, dalam persaingan itu jangan terjadi perpecahan. Karena yang   akan korban  adalah kita rakyat. Jadi jangan berkelahi,’’ tandas  Uskup  Petrus Canisus Mandagi.  

    Uskup mengimbau  agar   jangan membiarkan   para calon menggunakan agama  dalam mencapai  tujuannya. “Kalau  mereka sudah mulai menggunakan ayat-ayat suci   agama bilang stop. Tidak ada ayat  suci yang menghancurkan kelompok  lain. Karena ayat suci itu adalah ayat  yang membawa  damai.  Karena sering kali mencabut teks  dari konteks. Itu bahaya. Orang yang     hanya tahu agama sedikit-sedikit, sudah bilang  pastor,  pendeta dan ustad. Itu banyak. Yang penting banyak omong kosong dan  dapat duit,’’ tandas Uskup Mandagi yang dikenal    ceplas ceplos  ini. 

   Menurut   Uskup Petrus Canisius  Mandaghi,  dalam  coffee  morning  tersebut, seluruh tokoh agama yang ada   sepakat  keluarkan imbauan  bahwa  dalam Pilkada    sekarang boleh bersaing  dan  dipersilakan   karena  demokrasi sudah demikian. Tapi, jangan  karena persaingan  sehingga terjadi perpecahan. Ia juga mengimbau kepada    calon-calon   untuk ukur diri.  

  “Kalau memang tidak bisa sudahlah. Jangan jual tanah dan jual diri. Jual keluarga  dan  kalau tidak jadi akhirnya jadi gila. Banyak yang seperti itu dan  akhirnya masuk rumah sakit,’’ katanya.    

   Menurut Uskup Mandagi, para calon   tersebut harus  mengukur kemampuan. ‘’Dalam   Pilkada, ada etika. Jangan     ber-money politic, bayar suara.   Dan jangan  saling  membunuh karakter lawan.  Dan kalau menang  jangan terlalu  eforia. Kalau memang, rangkullah yang kalah,”tambahnya. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Serpihan Bom Akhirnya Ditemukan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…

1 day ago

Dua Prajurit TNI Disebut Tewas Dalam Kontak Tembak

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.…

1 day ago

Pemerintah Diingatkan Segera Menyiapkan Langkah Antisipatif

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak…

1 day ago

Jawab Isu “Pesta Babi”, Mentan Amran Sebut Pesta Pangan

“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami…

1 day ago

Tak Heran Pelaksanaan MBG Carut Marut

Kasus ini dinilai harus menjadi momentum krusial untuk membenahi tata kelola program strategis nasional tersebut…

2 days ago

Mengapa Biak Banyak Ditemukan Amunisi Bekas Perang Dunia

Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang…

2 days ago