

MERAUKE– Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke saat ini melakukan penyemprotan atau fogging terhadap nyamuk demam berdarah pada sejumlah kelurahan yang telah ditemukan adanya pasien positif demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nervil R. Muskita ditemui media ini membenarkan adanya fogging yang sedang dilakukan di sejumlah kelurahan dalam Kota Merauke saat ini untuk membunuh nyamuk dewasa demam berdarah tersebut.
‘’Sebenarnya fogging yang kita lakukan ini adalah untuk membunuh nyamuk dewasa demam berdarah. Tapi untuk jentiknya, bagusnya menggunakan bubuk abate,’’ kata Nevile R. Muskita, Rabu (06/03/2024).
Mantan Direktur RSUD Merauke ini menjelaskan bahwa fogging tersebut dilakukan untuk wilayah-wilayah yang sudah positif ada pasien demam berdarah. Harapannya setelah difogging nyamuk demam berdarah tersebut mati dan tidak menyebar ke lokasi lainnya.
‘’Tapi, bagusnya itu sebenarnya dengan melakukan gerakan 4M, seperti mengubur kaleng-kaleng penampung air yang bisa menyebabkan jentik-jentik nyamuk demam berdarah berkembang, menjaga kebersihan baik dalam maupun luar rumah dan sebagainya,’’ lanjutnya.
Dikatakan, dari pasien demam berdarah yang ada sekarang rata-rata adalah anak-anak. ‘’Tapi, kita bersyukur bahwa sampai saat ini semua pasien dapat ditangani dengan baik. Belum ada laporan meninggal dunia,’’ pungkasnya. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…