

Pengecoran Jalan Payum yang belum selesai di akhir tahun 2022 dan harus diperpanjang di 50 hari kerja dengan sanksi denda 1/1000 dari nilai kontrak. Foto ini diambil Jumat, (6/1), kemarin. (Foto:Sulo/Cepos)
Selesaikan Peningkatan Jalan Payum
MERAUKE- Kendati sudah tutup tahun, namun salah satu pekerjaan jalan dari 7 titik yang dikerjakan yang ada di dalam Kota Merauke, sampai saat belum selesai dan masih dikerjakan oleh pihak kontraktor yang mendapatkan paket pekerjaan tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Leo Patria Mogot, ST, MT, ditemui wartawan membenarkan jika pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan di Payum, Distrik Merauke tersebut mengalami keterlambatan dan saat ini masih dikerjakan.
‘’Kalau masyarakat melihat masih ada mengerjakan jalan tersebut sementara sudah tutup tahun, itu karena mengalami keterlambatan pekerjaan,’’ tandas Leo Patria Mogot.
Karena mengalami keterlambatan sehingga kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut diberi perpanjangan waktu selama 50 hari. ‘’Aturan baru bisa sampai 90 hari, tapi kita hanya berikan perpanjangan waktu selama 50 hari, wajib selesai,’’ terangnya.
Namun demikian, tandas Leo Patria Mogot, pihak ketiga yang mengerjakan pekerjaan tersebut diberi sanksi denda sesuai aturan berupa 1/1.000 dari nilai kontrak.
Dikatakan, keterlambatan pekerjaan tersebut disebabkan beberapa hal. Pertama, masalah cuaca, musim hujan, kedua masalah material pasir yang terbatas bahkan harga material pasir impor tersebut naik dari Rp 1 juta/0,8 meter kubik menjadi Rp 1,2 juta/0,8 meter kubik.
‘’Ketiga juga karena sumber daya kontraktor sendiri dengan modal yang terbatas. Jadi itu faktor-fakltor yang membuat pekerjaan di jalan Payum tersebut harus diperpanjang,’’ terangnya.
Sementara 6 titik jalan lainnya yang dibangun sudah selesai 100 persen. Salah satunya adalah jalan Pendidikan Merauke dengan panjang 600 meter dari panjang jalan tersebut sekitar 1,2 kilometer.
Untuk jalan Pendidikan ini, sambung Leo Patria Mogot, selain dicor juga menggunakan besi di bawahnya sehingga jalan tersebut bisa kuat dan bertahan sampai 30 tahun ke depan. ‘’Kita tinggikan, karena jalan ini selalu terendam air yang membuat jalan yang dibangun tidak akan bertahan lama jika tidak ditinggikan,’’ jelasnya. (ulo/tho)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…