

Jajaran Komisi IV DPRP saat Rapat Kerja dengan BBPJN Papua-Papua Pegunungan, di Kantor BBPJN yang berlokasi di Tanah Hitam, Kota Jayapura Selasa (3/6) kemarin. (foto: Karel/Cepos.)
JAYAPURA-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menggelar rapat kerja bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan, bertempat di Kantor BBPJN yang berlokasi di Tanah Hitam, Kota Jayapura, pada Selasa (3/6/).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRP, Joni Y. Betaubun, membahas sejumlah isu strategis terkait infrastruktur jalan nasional di Papua. Salah satu sorotan utama dalam rapat tersebut adalah ketimpangan pembangunan akses jalan nasional di Kabupaten Waropen dan Kabupaten Supiori.
Betaubun menegaskan bahwa sudah belasan tahun dua wilayah tersebut belum mendapatkan perhatian terkait pembangunan jalan nasional. Ia mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Papua.
“Apakah memang Waropen dan Supiori ini bukan bagian dari Papua, sehingga terabaikan? Belasan tahun tidak ada program pembangunan jalan nasional di sana. Ini yang harus menjadi perhatian Balai Jalan ke depan,” tegas Betaubun.
Ia juga menambahkan bahwa selain Waropen dan Supiori, akses jalan nasional di daerah lainnya seperti Jayapura menuju Sarmi, Mamberamo, dan wilayah sekitarnya juga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat.
Page: 1 2
Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…
Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…
Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…
Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…
Sebuah minibus Dutro yang mengalami kecelakaan pada Jumat (15/5) lalu diduga karena kecepatan tinggi saat…
Dengan suara penuh empati dan ketegasan, ia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota, tetapi…