Categories: MERAUKE

Pantai Kampung Anasai Jadi Wisata Favorit Baru

MERAUKE– Pantai Lampu Satu, Kelurahan Samkai-Merauke selama ini menjadi  tempat  favorit bagi warga Kota Merauke untuk melepas penat. Menjadi favorit, sangat dekat dan mulai ramai dikunjungi masyarakat Kota Merauke pada sore sampai malam hari.

   Namun di masa libur lebaran 1446H tahun 2025 ini,  Pantai Kampung Anasai, Distrik Semangga-Kabupaten Merauke menjadi tempat favorit baru  bagi warga Merauke untuk berwisata. 

Pantainya yang masih ditumbuhi sejumlah pohon kelapa, membuat warga yang datang baik di pagi hari, siang sampai sore hari bisa betah berlama-lama. Karena para pengunjung bisa berteduh dari pohon kelapa sambil menanti  sunset  di sore hari.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Merauke Benhur Rentandatu, saat  ditemui media ini mengatakan jika pantai di Kampung Anasai tersebut mennjadi  tempat favorit yang baru bagi warga Kota Merauke untuk berwisata sambil menikmati  pantainya.

‘’Selain Pantai Lampu Satu, sekarang yang menjadi   tempat favorit warga adalah di Pantai Anasai-Semangga,’’ kata Benhur Rentandatu, Jumat ( 4/4).

Benhur Rentandatu membebarkan, jumlah pengunjung yang datang di Pantai Anasai sejak 30 Maret-4 April 2025 sebanyak 2.288 jiwa dengan menggunakan 313 sepeda motor dan 231 mobil.

Untuk Pantai Anasai sendiri, lanjut Benhur Rentandatu dikelola langsung oleh masyarakat adat setempat, sehingga diharapkan dengan  meningkatnya kunjungan selama libur lebaran tahun ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Hanya diakui Benhur Rentandatu bahwa abrasi pantai di tempat tersebut sangat tinggi, sehingga dibutuhkan langkah-langkah untuk dapat menghentikan  atau mengurangi abrasi pantai setiap tahunnya itu.

‘’Kami akan usulkan ke Pemerintah  Pusat agar dilakukan pembangunan talud atau semacamnya yang dapat  menahan terjadinya abrasi pantai,’’ jelasnya.

Ditambahkannya, selain Lampu Satu dan Pantai Anasai, juga Pantai Kampung Onggaya selama ini menjadi tempat favorit masyarakat Kota Merauke. Hanya saja, jalan ke kampong tersebut rusak parah sehingga sekarang ini jarang dikunjungi  warga. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

19 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

20 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

21 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

22 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago