Categories: MERAUKE

Di Muting, Seorang Janda Ditemukan Membusuk  

Petugas saat mengevakuasi jenazah seorang IRT yang ditemukan sudah mulai membusuk di rumahnya  di Kampung Sigabel Jaya Distrik Muting, Sabtu (2/1). ( FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos)

MERAUKE- Nasib malang dialami oleh seorang janda di Kampung Sigabel Jaya, Distrik Muting bernama Sofia Kame.  Pasalnya, korban yang tinggal sendirian di rumahnya tersebut ditemukan sudah membusuk oleh tetangganya, pada  Sabtu (2/1) sekira pukul  16.00 WIT.

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kapolsek Muting Ipda M. Hamado di saat ditemui di Merauke membenarkan penemuan jenazah wanita  di rumahnya tersebut, Senin (4/1).

  Menurut Kapolsek, saksi bernama Srimuryani keluar dari arah samping rumah, kemudian mencium bau tidak sedap dari arah rumah korban. Kemudian saksi memanggil tetangganya bernama ibu Soleh bersama warga mengecek asal mula bau tidak sedap tersebut. Sehingga tercium lebih menyengat dari sebelah rumah saksi Srinuryani.

  Beberapa saat kemudian, warga mengecek  pintu depan, pintu belakang dan jendela rumah yang semuanya terkunci dari dalam. Kemudian warga melaporkan ke  Kapolsek Muting melalui telepon, sehingga Kapolsek Muting bersama anggota mendatangi TKP.

  “Setelah sampai di TKP, kami memerintahkan anggota untuk memasang Police Line dan kemudian saat itu kami menanyakan keluarga korban kepada saksi dan  saksi menjawab korban tinggal seorang diri, dimana suaminya sudah meninggal dan kedua anaknya bekerja di PT. ACP Distrik Muting,” katanya.

    Kapolsek meminta bantuan kepada kepala kampung untuk memanggil kedua anaknya dan medis Puskesmas Muting sebelum dilakukan pembongkaran di rumah korban. Pada pukul 17.30 WIT,  kedua anaknya datang bersama tim medis  Puskesmas Muting  kemudian dilakukan pembongkaran pintu belakang rumah.

   Korban ditemukan sudah meninggal tergeletak di atas tempat tidur, dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis yang disaksikan oleh kedua anaknya, kepala kampung dan Kapolsek dan ditemukan minyak angin cap GPU disamping kanan korban. “Saat dilakukan pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka. Setelah tim medis melakukan pemeriksaan luar, kami menanyakan kepada kedua anaknya apakah korban memiliki riwayat sakit dan kedua anaknya menyampaikan bahwa ibunya memang memiliki riwayat penyakit asam urat dan sebelumnya pada tanggal 28 Desember 2020 korban mendatangi kedua anaknya di barak abdeling 2 PT.ACP dan menyampaikan bahwa penyakit asam uratnya kambuh sehingga kakinya sakit,” katanya. Kedua anak korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Golkar Tetapkan Prabowo Sebagai Capres 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…

3 hours ago

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur Sebagai Wapres

Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…

4 hours ago

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…

5 hours ago

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

10 hours ago

Pembangunan Papua Tak Boleh Abaikan Masyarakat Adat

  Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…

11 hours ago

Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…

12 hours ago