

Masyarakat saat mengikuti Bimtek sistem verifikasi legalitas kelestarian (KVLK) di Kabupaten Merauke, Sabtu (1/11) (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Anggota Komisi IV DPR RI, Edoardus Kaize secara tegas meminta para investor yang akan menanamkan modalnya di Papua lebih khusus di Papua Selatan untuk menghargai dan menghormati masyarakat adat.
‘’Ketika orang mau datang berinvestasi di Papua secara khusus di Papua Selatan, memang dia tandatangan di Jakarta lalu dia gaya-gaya datang ke sini (Papua,red). Tetapi ketika tiba di sini, dia harus tahu bahwa yang punya itu masyarakat adat. Maka komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat adat itu nomor satu,’’ tandas Edoardus Kaize, seusai membuka Bimtek sistem verifikasi legalitas kelestarian (KVLK) bagi masyarakat adat di Kabupaten Merauke, Sabtu (1/11).
Dikatakan, para investor tersebut tidak boleh asal masuk saja tanpa mendapatkan izin atau persetujuan dari masyarakat adat. Sebab, jika masuk tanpa izin dari masyarakat adat, sudah barang tentu akan terjadi penolakan.
‘’Itulah yang terjadi di Papua. Terjadi penolakan dimana-mana karena tidak atau belum mendapatkan izin dari masyarakat adat. Jadi masyarakat adat ini tidak boleh dilupakan. Kalau sudah duduk koordinasi dan menyatakan oke silakan. Tapi tentu di dalamnya ada hak dan kewajiban. Hak dia sebagai perusahaan dan kewajibannya juga sebagai perusahaan apa,’’ terangnya.
Page: 1 2
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, dari total 41 orang yang diamankan,…
Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang…
Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…
Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…
Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…