Minta Kenaikan Borongan dari Rp 150.000 Menjadi Rp 600.000/Truk

MERAUKE- Ratusan buruh lepas Pelabuhan Umum Yos Sudarso Merauke menggelar aksi demo damai di depan pintu masuk keluar Pelabuhan Merauke, Senin (3/10).

Aksi demo yang digelar para buruh lepas ini terkait tuntutan kenaikan borongan dari Rp 150.000 per truk menjadi Rp 600.000/truk.

‘’Kami  minta kenaikan borongan dari Rp 150.000 mnejadi Rp 600.000/truk. Karena harga Rp 150.000/truk tersebut masih merupakan harga lama sejak tahun 2018 lalu,’’ kata Yakobus Bapaimu, salah satu buruh lepas Pelabuhan Merauke saat ditemui wartawan di Pelabuhan Merauke, Senin  (3/10) .

Yakobus menjelaskan, permintaan kenaikan harga tersebut karena tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada sekarang. Apalagi dengan adanya kenaikan harga BBM yang terjadi sekarang ini.

‘’Barang kita bongkar dan naikkan ke atas truk sampai penuh dan bongkar lagi di tempat penampungan dengan harga hanya Rp 150.000. Kami minta menjadi Rp 600.000,’’ katanya.  Saat aksi tersebut, pihaknya ingin bicara dengan pihak pemerintah dan para pengusaha yang ada.

Namun jelas dia, mereka tidak ada. ‘’Tadi hanya beberapa perwakilan buruh ketemu dengan syahbandar. Tapi naiknya hanya sekitar 30.000 sehingga harga dari sebelumnya Rp 150.000  per truk menjadi Rp 180.000  per truk. Kami tidak mau karena tidak sesuai dengan tenaga yang kami keluarkan,’’ jelasnya. 

Dikatakan, barang berat dan ringan sama hanya bongkar dan angkut sama sebesar Rp 150.000, sehingga untuk satu truk jika barang berat bisa sampai 5 orang. Yakobus Bapaimu mengaku, Senin depan baru mereka akan kumpul lagi di tempat tersebut melakukan aksi yang sama.

    Kapolres Merauke AKBP  Sandi Sultan, SIK melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Merauke Iptu Teguh Prasetyo, S.Tr,  mengaku bahwa aksi yang dilakukan para buruh tersebut membuat aktivitas di Pelabuhan sempat terhenti untuk menyampaikan aspirasi.

‘’Untuk sementara mereka setuju untuk Rp 180.000/ truk. Sambil jalan dulu. Karena tadi dari asosiasi ada rapat lagi, karena mereka minta naik lagi imbas dari naiknya BBM.  Kalau kita dari kepolisian hanya bisa menjembatani. Jadi kenaikannya sekitar 20 persen. Kalau daerah lainnya hanya naiknya 13 persen,’’ tandas Kapolsek. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

22 Saksi Diperiksa, Kejati Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dema-Fefero

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…

8 hours ago

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

15 hours ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

16 hours ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

17 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

18 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

19 hours ago