

Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, saat duduk bersama masyarakat Kampung Adat Buti mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat, Rabu, (2/2), kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE- Duduk di atas tikar dari tarpal sambil makan pisang bakar dan makan pinang, Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT mendengar dan menyerap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di Kampung Adat Buti, Rabu (2/2), kemarin.
Hadir mendampingi bupati, Lurah Samkai Amelia Ester Padwa, S.STP. Kepada wartawan seusai mendengar aspirasi masyarakat Adat Buti tersebut, Bupati Romanus Mbaraka mengungkapkan, dirinya datang bersama dengan masyarakat adat Buti sambil duduk makan pisang bakar. Tentu saja, sejumlah aspirasi disampaikan kepada orang nomor satu di Merauke itu.
‘’Tadi saya tugaskan ibu lurah, tolong data anak yang sudah lulus SMA, biar nanti saya salurkan apakah sebagai honorer atau kalau ada peluang untuk menjadi pegawai negeri supaya kita coba dalam waktu dekat ini,’’ kata bupati.
Menurutnya, satu anak dari Kampung Adat Buti tersebut yang ikut test di salah satu bank. Dirinya, sudah menelpon pihak bank minta tolong agar anak tersebut diloloskan. Selain itu, lanjut bupati, juga masalah batas kampung yang sampai saat ini belu jelas yang berdampak pada pemanfaatan dana kampung yang diterima Kampung Adat Buti. ‘’Belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal karena menyangkut batas kampung,’’ jelasnya.
Juga masalah perumahan untuk masyarakat. ‘’ Tapi saya tugaskan ibu lurah. Saya mau inventalisir masyarakat Buti yang ada ini masih berapa dengan pemukiman. Saya mau tertibkan,’’ katanya.
Lebih dari itu, lanjut bupati, dirinya ingin mau pemeliharaan cagar budaya yang ada di Kampung Adat Buti. ‘’Ada di sini tempat sakral dari masyarakat Buti yang perlu mendapatkan perhatian untuk menjadi salah satu potensi mereka bisa memberitahukan kepada anak cucu mereka bahwa ini tempat sakral mereka. Ini tempat budaya mereka. Jangan sampai itu hilang. Jadi kita harus memberikan perlindungan,”ungkapnya.
Diharapkan, orang Marind mau sekolah sampai yang tertinggi maka dia harus punya budi pekerti, terutama dia harus tahu adat istiadat. Adat harus bisa diwariskan secara turun-temurun. (ulo/tho)
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…