Categories: MERAUKE

Seorang Pemimpin Harus Beri Keteladanan

MERAUKE–Setelah dilantik beberapa waktu lalu, akhirnya jabatan kepala sekolah SMA YPK Merauke diserahterimakan dari pejabat lama Soleman Jembormias, SPd, MPd kepada pejabat baru SantI Jambormase, SPd. Pejabat lama Soleman Jambormias menduduki jabatan baru sebagai Kepala  SMAN I Merauke dan telah dilantik  belum lama ini di Jayapura.

  Mewakili PSW YPK, Nekad  Ngilewane yang juga mantan Kepsek SMA YPK Merauke  menjelaskan, menjadi kepala sekolah itu hal yang biasa. ‘’Jadi tidak perlu orang mempertahankan, saya harus menjadi kepala sekolah seumur hidup. Orang yang dibesarkan dalam organisasi pengkaderan pasti sangat memahami hal itu,’’tandasnya.

Menurutnya, setiap orang dan setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Hal ini harus dipahami dengan baik. Sebab, tidak ada yang abadi dalam jabatan. Karena jabatan itu adalah amanah.

‘’Oleh sebab itu, kepemimpinan di YPK itu adalah pelayanan. Bukan bos. Kalau bos itu di perusahaan dan dia akan memerintah. Tapi, di YPK, pemimpin harus memberikan keteladanan. Sebelum orang lain melakukan, dia terlebih dahulu harus melakukannya,’’ tandasnya.

Pejabat lama Soleman Jambormias, menjelaskan, saat dirinya masuk ke YPK Merauke, banyak yang meragukan diri bahkan ada yang mengatakan dirinya tidak baik. Bahkan, saat sudah bertugas di SMA YPK Merauke, orang tidak pernah menduga kalau dirinya akan menjadi kepala sekolah.

Namun karena kebaikan dan kehendak Tuhan, dirinya dilantik sebagai  kepsek pada 14 Januari 2016. ‘’Bekerja di YPK ini mengubah seluruh hidup saya. Luar biasa. Dari golongan III B sekarang saya menjadi IV B. Dari belum sertifikasi sekarang sudah serfikasi dan dari orang menganggap biasa jadi mengubah SMA YPK,’’ terangnya. 

Soleman menjelaskan bahwa  dirinya menanamkan pendidikan gratis di SMA YPK, karena berkaca dari pengalaman pribadi. Menurutnya, sebagai seorang yang tidak memiliki apa-apa saat sekolah, harus berjuang agar tetap bisa bayar uang sekolah.

Begitu, juga anak-anak yang ada di SMA YPK Merauke tersebut sebagian besar atau sekitar 98 persen anak asli Papua yang datang dari kampung-kampung. Orang tua setengah mati cari uang. Untuk makan  saja setengah mati. ‘’Makanya saya buat gratis, supaya anak-anak tidak perlu pikir uang sekolah. Tapi, pikir bagaimana untuk belajar,’’ jelasnya. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: SMAMERAUKE

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

10 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

11 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

13 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

14 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

15 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

17 hours ago