

Bupati Keerom, Piter Gusbager saat membuka kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 tingkat Kabupaten Keerom di Grande Hotel Arso II, pada Selasa (28/4). (foto:Erianto / Cepos)
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager, membuka langsung Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 tingkat Kabupaten Keerom pada Selasa (28/4). Dengan mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa dan Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan serta efektivitas penggunaan anggaran di tingkat kampung. Dengan difasilitasi oleh Pemkab Keerom, BPKP Papua, Komite IV DPD RI, KPPN Jayapura dan Kejati Papua.
Bupati Gusbager menegaskan pengelolaan keuangan desa bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi semata. Lebih dari itu, hal tersebut merupakan representasi dari kepercayaan masyarakat terhadap integritas pemerintah. Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu meminta agar seluruh jajaran pemerintah kampung menjalankan prinsip transparansi dan partisipasi publik dalam setiap tahapan pembangunan.
“Evaluasi yang kita lakukan hari ini sangat penting agar setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat kampung di Kabupaten Keerom,” ungkap Piter Gusbager.
Alumnus The University of Melbourne, Australia itu juga berharap workshop ini dapat menjadi sarana sinkronisasi persepsi dan penguatan koordinasi antara pemerintah kampung, distrik, hingga tenaga pendamping desa guna meminimalisir kesalahan dalam pelaporan keuangan.
Menurutnya, desa harus mulai mampu mengidentifikasi potensi ekonomi lokal agar tidak terus-menerus bergantung pada dana transfer pusat. Ia juga menuturkan pagu Dana Desa untuk Kabupaten Keerom pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp38 miliar. Dimana proses penyaluran dana tersebut dilakukan dalam dua tahap sesuai dengan aturan yang berlaku.
Page: 1 2
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…