

Bupati Keerom, Piter Gusbager saat berbincang dengan warga di pingir sungai Bias pekan lalu. (foto:Erianto / Cepos)
Menjelajahi Batas dan Membawa Harapan
KEEROM – Kunjungan kerja Bupati Keerom, Piter Gusbager, ke Kampung Niliti, Distrik Towe, pekan lalu, tidak hanya melelahkan tetapi juga mencatat sejarah. Piter Gusbager menjadi bupati pertama yang menginjakkan kaki di kampung terpencil yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Perjalanan menuju Kampung Niliti ditempuh dengan cara yang menantang. Bupati Gusbager dan rombongan menggunakan perahu panjang dari Kampung Bias, menyusuri sungai Bias selama kurang lebih 8 jam.
Rombongan menggunakan empat perahu, dengan tiga perahu khusus mengangkut bantuan. Setiap perahu hanya memuat enam penumpang. Sepanjang perjalanan, Bupati Gusbager beberapa kali menepi untuk beristirahat. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang nomor satu di Keerom itu untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Pertemuan ini menjadi momen langka bagi masyarakat Kampung Niliti yang ikut mendampingi Bupati Gusbager dalam perjalanan. “Kami ketemu Bapak Bupati di kali, dan ini pertama kali ketemu,” ungkap Markus, salah satu pemuda Kampung Niliti.
Page: 1 2
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…