Kemudian insentif tokoh adat dibayarkan kepada kepala suku, ondoafi, dan ketua keret di seluruh Kabupaten Keerom senilai Rp 1,2 miliar.
Bupati Gusbager menjelaskan penyaluran insentif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat Keerom merasakan hasil-hasil pembangunan dan pelayanan.
Dirinya juga menuturkan tanpa gereja, adat, dan agama, pemerintah tidak mungkin dapat mewujudkan visi besar perubahan, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan, dan transformasi Kabupaten Keerom.
“Mari dalam semangat Natal memupuk toleransi, memupuk kebersamaan, menjaga Kabupaten Keerom tetap aman dan damai. Selamat menyongsong Natal, selamat merayakan masa adven, Tuhan Yesus memberkati,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Anthon, penetapan tersangka yang dilakukan setelah penggeledahan dan kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan berkas perkara…
Dari rekaman suara selama 13,56 menit yang tersebar terdengar jelas jika Wesley nampak ikut berduka…
Ada sejumlah rute dan salah satunya menuju Mamberamo Raya. Ya jika hanya mengandalkan pesawat tentu…
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…