Kemudian insentif tokoh adat dibayarkan kepada kepala suku, ondoafi, dan ketua keret di seluruh Kabupaten Keerom senilai Rp 1,2 miliar.
Bupati Gusbager menjelaskan penyaluran insentif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat Keerom merasakan hasil-hasil pembangunan dan pelayanan.
Dirinya juga menuturkan tanpa gereja, adat, dan agama, pemerintah tidak mungkin dapat mewujudkan visi besar perubahan, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan, dan transformasi Kabupaten Keerom.
“Mari dalam semangat Natal memupuk toleransi, memupuk kebersamaan, menjaga Kabupaten Keerom tetap aman dan damai. Selamat menyongsong Natal, selamat merayakan masa adven, Tuhan Yesus memberkati,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pengamatan satelit menunjukkan penurunan luas dan ketebalan tutupan…
Sekira 12 personel dan satu alat berat dari Polresta Jayapura Kota melakukan pembersihan material longsor…
Beruntung, kobaran api tidak sempat meluas dan hanya menghanguskan sebagian dinding kamar. Peristiwa tersebut terjadi…
Proyeksi tersebut disampaikan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, berdasarkan analisis posisi…
Kasus terbaru adalah peristiwa dugaan anak mengakhiri hidup yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di…
Pengamat politik, Fernando Emas, menilai kemunculan nama Sjafrie sebagai salah satu temuan paling mengejutkan dalam…