

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Papua, Kristina L. Mano, saat berfoto bersama Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Keerom untuk masa bakti 2022-2027 pada pelantikan yang berlangsung di Gedung Pramuka Keerom, Senin (8/8).
KEEROM – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Papua, Kristina L. Mano, mengukuhkan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Keerom, masa bakti 2022-2027 yang dinahkodai oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Gedung Pramuka Keerom, Senin (8/8).
“Hari ini (Senin-red) melantik pengurus Majelis Pembimbing Kabupaten Keerom. Saya berharap, Kamabicab yang adalah Bupati Keerom bisa memberikan perhatian kepada gerakan pramuka untuk melaksanakan program kerja, baik tingkat cabang, ranting maupun gugus depan,” ungkap Kristina Mano kepada awak media di sela-sela pelantikan.
Kata Kristhina Mano, gerakan pramuka adalah sebuah wadah untuk menempa generasi emas di Kabupaten Keerom. Sebab itu, dukungan pemerintah dinilai sangat dibutuhkan dalam menjalankan program kerja organisasi. Dirinya juga meminta agar organisasi pramuka ini tidak bisa digunakan sebagai ajang kepentingan politik.
“Selama saya menjadi Ketua Kwarda, Keerom menjadi salah satu kwartir cabang yang aktif, baik mengikuti kegiatan di kwartir cabang, daerah bahkan tingkat nasional. Dan tahun ini kami memiliki agenda jambore nasional. Semoga kwartir cabang Keerom bisa mengurus adik-adik untuk bisa terlibat dalam jambore tersebut,” ujarnya.
Kamabicab Keerom, Piter Gusbager menekankan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial semata. Namun harus menjadi sebuah wadah untuk membangun sumber daya manusia unggul bagi Kabupaten Keerom.
“Semua pihak harus mendukung gerakan pramuka, karena pramuka adalah kita, milik kita. Adik-adik kita akan digembleng karakternya dalam organisasi ini, pramuka adalah laboratorium kader untuk pengabdian loyalitas, tanggung jawab, keberanian. Penting sekali pramuka ini menyiapkan kader-kader tangguh di masa depan, karena kemampuan akademik tidak cukup melahirkan seorang pemimpin,” ungkap Piter Gusbager.
Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menegaskan jika Pemerintah Kabupaten Keerom mendukung penuh organisasi gerakan pramuka di Negeri Tapal Batas, Keerom.
“Saya akan siapkan anggaran untuk Pramuka Keerom, harus didukung dengan anggaran untuk mengembalikan semangat pramuka di Keerom. Mari kita bangun Pramuka Keerom untuk bisa berkontribusi nyata untuk Keerom, sehingga generasi kedepan harus lebih baik dari kita,” tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan, agar organisasi gerakan pramuka ini tidak salah gunakan untuk kepentingan pribadi. Apalagi mencari keuntungan materi dalam organisasi tersebut.(eri/tho)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…