Categories: KEEROM

Ke Keerom, Ada Dua Agenda yang Diusulkan

KEEROM-Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., membeberkan bahwa Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, berencana akan mengunjungi Kabupaten Keerom untuk bertatap muka dengan masyarakat di Negeri Tapal Batas.

“Kita baru melakukan komunikasi lisan, Pak Wakil Presiden akan berkunjung ke Keerom. Rencananya pada Oktober 2023 ini,” ungkap Bupati Gusbager kepada awak media di Arso, Kamis (5/10) lalu.

Kata Gusbager, dalam kunjungan Wapres, ada dua agenda yang diusulkan. Yakni mengunjungi Kampung Kerukunan di Yaturaharja Arso 10 serta Launching Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Bupati Gusbager mengaku dirinya terus melakukan koordinasi dengan protokoler dan tim Wapres Ma’ruf Amin untuk memastikan kehadiran Wapres di Kabupaten Keerom.

“Pada prinsipnya, masyarakat sangat menginginkan kehadiran Wakil Presiden Ma’ruf Amin, setelah dua kali kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya. Masyarakat juga ingin melihat secara langsung bapak Wakil Presiden,” ujarnya.

“Sangat diharapkan bagi bapak Wakil Presiden juga datang untuk bertemu langsung dengan masyarakat Keerom yang ada di wilayah perbatasan ini,” pungkasnya. (fia/eri/wen)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago