

Bupati Keerom, Piter Gusbager saat memberikan keterangannya beberapa waktu lalu. (foto:Erianto / Cepos)
KEEROM – Penantian panjang masyarakat Distrik Arso Barat, dan Skanto akhirnya berbuah manis. Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengatakan usulan peningkatan jalan ruas Kampung Warbo (Arso 7) menuju Kampung Jaifuri (Arso 3) yang telah lama dinantikan, kini telah disetujui dan segera memasuki tahap pengerjaan.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu mengatakan bahwa peningkatan jalan ini merupakan bagian dari program strategis Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah di Kabupaten Keerom.
“Ini kabar gembira kepada seluruh masyarakat yang sering melintasi jalan ruas Kampung Warbo Arso 7 menuju Kampung Jaifuri Arso 3,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos, sabtu (29/11) malam.
Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa usulan ini sejatinya diajukan sejak tahun 2024, namun pembangunannya sempat tertunda dan baru dapat direalisasikan pada akhir tahun 2025 ini.
Proyek vital ini akan mulai dikerjakan pada hari pekan ini. Dimana pekerjaan jalan akan dibagi menjadi dua segmen penting. Yaitu segmen rigid dan segmen aspal.
Jalan ini adalah salah satu dari dua proyek Inpres Jalan Daerah di Kabupaten Keerom yang akan diawasi langsung oleh Balai Besar Jalan Nasional Satker Kementerian PUPR RI.
“Saya sampaikan bahwa saya terus berkomitmen untuk terus menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar mulai dari Distrik Skanto sampai Distrik Towe,” tegasnya.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…